Dalam salah satu pengujian, model Sarvam menolak permintaan langsung untuk memberikan alamat rumah CEO Google Sundar Pichai.
Namun ketika pertanyaan diubah menjadi menghitung jarak antara rumah Pichai dan kantor pusat Google, model tersebut diduga memberikan lokasi spesifik.
Menurut Verma, kondisi tersebut dapat menimbulkan dua kemungkinan masalah, yaitu:
- Halusinasi AI yang menghasilkan informasi salah
- Potensi pelanggaran privasi jika data tersebut benar
Persaingan Ketat di Industri AI India
Kompetitor Domestik
Sarvam AI tidak sendirian dalam mengembangkan model AI besar di India.
Beberapa perusahaan lain juga sedang mengembangkan model AI skala besar, termasuk:
- Soket AI yang dilaporkan mengembangkan model 120B
- Krutrim AI dari Ola Group yang mengembangkan model hingga 700B
- Gnani AI
- BharatGen Initiative
- Tech Mahindra
Persaingan ini menunjukkan bahwa ekosistem AI India sedang berkembang pesat.
Dukungan Pasar yang Besar
India memiliki sekitar satu miliar pengguna internet, dengan lebih dari 700 juta di antaranya telah menggunakan teknologi AI, menurut data pemerintah.
Selain itu, laporan EY dan Confederation of Indian Industry menunjukkan bahwa hampir setengah perusahaan India telah menggunakan AI dalam berbagai proses bisnis.
Pasar AI India sendiri diperkirakan akan tumbuh dari US$13 miliar pada 2025 menjadi lebih dari US$130 miliar pada 2032.
Apakah India Akan Mengalami “Momen DeepSeek”?
Para pakar menilai bahwa keberhasilan DeepSeek pada 2025 dipicu oleh tiga faktor utama:
- Merilis model open-weight secara publik
- Menunjukkan efisiensi biaya secara jelas
- Memungkinkan benchmarking independen
Model Sarvam AI saat ini belum memenuhi ketiga kriteria tersebut.
Namun demikian, para analis menilai bahwa keberhasilan Sarvam tetap memiliki arti penting bagi perkembangan teknologi India.
CEO Sarvam AI Pratyush Kumar menegaskan bahwa fokus utama perusahaan bukan semata-mata bersaing secara global, tetapi membangun ekosistem AI yang kuat untuk kebutuhan domestik India.
Opini Penulis – Aaf Afiatna
Menurut penulis Aaf Afiatna, kemunculan model AI Sarvam menunjukkan bahwa peta persaingan kecerdasan buatan global mulai berubah secara perlahan.
Jika sebelumnya inovasi AI didominasi oleh Amerika Serikat dan China, kini negara lain seperti India mulai membangun kapasitas teknologi mereka sendiri.
Meskipun model Sarvam belum dapat disebut sebagai “momen DeepSeek” bagi India, langkah ini tetap penting sebagai bukti bahwa negara tersebut mampu mengembangkan large language model skala besar secara mandiri.
Ke depan, faktor transparansi teknis, validasi independen, serta ekosistem infrastruktur akan menjadi penentu apakah AI India benar-benar mampu bersaing di panggung global atau hanya berkembang sebagai kekuatan regional yang kuat.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.







