Sebagai contoh, AI dapat mencocokkan:
- gaya bahasa dalam unggahan
- topik yang sering dibahas
- waktu aktivitas online
- informasi profil yang serupa
Dengan menggabungkan berbagai indikator tersebut, sistem AI dapat membuat prediksi mengenai identitas seseorang dengan tingkat akurasi tertentu.
Kekhawatiran Soal Keamanan dan Penyalahgunaan Teknologi AI
Perkembangan teknologi yang mampu mengungkap identitas akun anonim ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pakar keamanan siber.
Potensi Penyalahgunaan oleh Peretas
Para ahli menilai teknologi AI dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melacak identitas pengguna internet.
Jika teknologi tersebut jatuh ke tangan peretas, mereka berpotensi mengidentifikasi pemilik akun anonim dengan lebih mudah.
Salah satu risiko yang dikhawatirkan adalah meningkatnya praktik penipuan digital seperti spear-phishing, yaitu metode serangan siber yang menargetkan individu tertentu.
Dalam skenario tersebut, pelaku kejahatan siber menyamar sebagai pihak terpercaya dan mengirimkan tautan berbahaya kepada korban.
Serangan seperti ini menjadi lebih efektif jika pelaku memiliki informasi pribadi yang cukup mengenai target mereka.
Pengawasan Berbasis AI yang Semakin Luas
Selain digunakan oleh peretas, teknologi AI juga dapat digunakan dalam sistem pengawasan digital yang lebih luas.
Sistem pengawasan berbasis AI menggunakan teknologi yang dikenal sebagai Label-Led Models (LLM) untuk mengumpulkan dan menganalisis data online dari berbagai sumber.
Teknologi ini memungkinkan analisis terhadap aktivitas digital seseorang secara lebih cepat dan efisien dibandingkan metode manual.
Pakar Keamanan Siber Soroti Risiko Privasi
Sejumlah pakar keamanan siber turut memberikan pandangan mengenai potensi risiko dari penggunaan teknologi AI untuk mengungkap identitas pengguna internet.
Kekhawatiran dari Akademisi Keamanan Siber
Dosen keamanan siber dari University of Edinburgh, Marc Juarez, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi AI dalam analisis data pribadi memunculkan kekhawatiran baru terkait privasi.
Menurutnya, model AI berbasis LLM tidak hanya menggunakan data dari media sosial, tetapi juga dapat mengakses berbagai sumber data publik lainnya.
Beberapa contoh sumber data yang berpotensi digunakan antara lain:
- catatan rumah sakit
- data penerimaan pasien
- laporan statistik publik
Jika berbagai sumber data tersebut dikombinasikan, AI berpotensi membangun profil digital seseorang secara lebih detail.
Marc Juarez menilai perkembangan ini menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam membagikan informasi di internet.
Tidak Semua Pakar Sepakat AI Selalu Berbahaya
Meski ada kekhawatiran, tidak semua peneliti melihat perkembangan teknologi AI ini sebagai ancaman besar.
AI Masih Memiliki Keterbatasan
Profesor dari University of California, Berkeley, Marti Hearst, menyatakan bahwa model AI tidak selalu mampu mengidentifikasi seseorang secara akurat.







