Daftar isi
Era Teknologi Personal 2026: Ponsel Jadi Pusat, AI Menyebar ke Mana-Mana
INFO TEKNO> Teknologi personal tahun ini bergerak ke dua arah yang saling berkaitan. Kecerdasan buatan (AI) merambat dari layar ponsel ke jam tangan, earbuds, dan kacamata. Pada saat yang sama, ponselnya sendiri jadi lebih mahal dan lebih jarang diganti. Data pasar Agustus sampai Oktober 2026 memperlihatkan keduanya sekaligus.
Intinya: ponsel tidak digantikan, tetapi perannya bergeser dari satu-satunya layar menjadi pusat penghubung. Biaya memori yang melonjak membuat peralihan ini lebih mahal bagi konsumen, dan isu privasi kini ikut menentukan seberapa cepat perangkat baru bisa diterima.
Dari satu layar ke banyak perangkat
Menurut Business Standard (22 September 2026), sejumlah tugas kini berpindah ke perangkat yang paling dekat dengan pengguna. Jam tangan menangani panggilan, pembayaran, dan data kesehatan. Earbuds menjadi pintu masuk ke asisten AI. Kacamata bisa menangkap informasi sekitar tanpa ponsel dikeluarkan dari saku.
Ponsel tetap memegang konektivitas seluler, penyimpanan, kamera, baterai besar, serta akun dan kredensial pembayaran. Qualcomm menyebut arah ini sebagai “agent-centric, not device-centric”: komputasi dibagi antara perangkat, sistem edge, dan cloud, dengan agen AI sebagai pusatnya.
Para pemain besar menempuh jalur serupa:
- Google memperluas Gemini ke jam Wear OS dan Android Auto, lalu menyiapkannya untuk kacamata.
- Apple memakai Continuity untuk memindahkan tugas antar-perangkat.
- Samsung menerapkan “split computing” pada kacamata pendamping Galaxy, yaitu pemrosesan dibagi antara kacamata dan ponsel.
Business Standard juga mencatat hambatannya: daya tahan baterai, perpindahan jaringan antar-perangkat, dan sistem operasi yang terfragmentasi. Setiap perangkat tambahan berarti satu lagi yang harus diisi daya dan diperbarui.
Kacamata pintar: indikator yang paling terukur
Bukti paling jelas ada di kacamata pintar. IDC mencatat pengiriman kacamata tanpa layar naik 167% secara tahunan pada kuartal I 2026, menjadi sekitar 2,25 juta unit. Angka itu nyaris menyamai total seluruh 2024, yaitu 2,7 juta unit. Meta menguasai 69,2% pasar pada periode tersebut.
IDC memproyeksikan 13,6 juta unit untuk 2026 dan 27,3 juta unit pada 2030. Harga rata-ratanya diperkirakan turun dari sekitar US$376 menjadi US$229. Menurut IDC, persaingan berikutnya bukan soal perangkat keras, melainkan platform, ekosistem, dan AI.
Skalanya masih perlu dilihat dengan proporsional. Dengan pengiriman ponsel global sedikit di atas 1 miliar unit tahun ini, kacamata tanpa layar baru sekitar 1,3% dari volumenya (hitungan kasar dari dua angka IDC). IDC juga menegaskan bahwa kacamata Google, Samsung, Snap, dan Meta sama-sama membutuhkan ponsel. Ini mendukung gambaran ponsel sebagai pusat, bukan korban.

Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.




















