Token Tahan Kuantum Melonjak 50% Setelah Riset Google Soroti Kerentanan Bitcoin
Info Tekno> Riset terbaru dari tim Quantum AI Google memicu gelombang pembelian di segmen kripto yang jarang mendapat sorotan: token quantum-resistant. Dalam 24 jam setelah publikasi penelitian tersebut pada Senin malam, Quantum Resistant Ledger (QRL) dan Cellframe (CEL) masing-masing melonjak 50% dan 40%—jauh melampaui pergerakan Bitcoin maupun Ethereum yang hanya bergerak moderat di periode yang sama.
Pasar bergerak cepat. Ancamannya sendiri belum nyata.
Apa yang Ditemukan Riset Google
Tim Quantum AI Google mengungkapkan bahwa kriptografi kurva eliptik yang menjadi fondasi keamanan Bitcoin berpotensi dipecahkan menggunakan komputer kuantum dengan kurang dari 500.000 qubit—angka yang secara signifikan lebih rendah dari estimasi sebelumnya.
Studi tersebut memproyeksikan bahwa komputer kuantum yang cukup canggih secara teori mampu menyerang jaringan Bitcoin dalam waktu sembilan menit. Sebagai konsekuensinya, sejumlah analis mulai menyebut 2029 sebagai batas waktu bagi Bitcoin dan ekosistem blockchain lebih luas untuk memperkuat infrastruktur kriptografi mereka.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.







