Berita  

Persaingan OpenAI dan Anthropic Memanas, Strategi Baru Digenjot untuk Rebut Pengguna AI

OpenAI dan Anthropic bersaing ketat meningkatkan pengguna AI. OpenAI integrasikan Sora ke ChatGPT, sementara Anthropic gandakan kuota Claude untuk tarik pelanggan.

CEO OpenAI, Sam Altman, dan CEO Anthropic, Dario Amodei
CEO OpenAI, Sam Altman, dan CEO Anthropic, Dario Amodei

Persaingan OpenAI dan Anthropic Memanas, Strategi Baru Digenjot untuk Rebut Pengguna AI

Info Tekno> OpenAI dan Anthropic bersaing meningkatkan pertumbuhan pengguna AI di tengah dinamika industri kecerdasan buatan yang semakin kompetitif secara global. Dua perusahaan teknologi tersebut kini menerapkan strategi berbeda untuk menarik dan mempertahankan basis pengguna, mulai dari integrasi fitur baru hingga peningkatan layanan akses.

Persaingan ini mencuat setelah kedua perusahaan terus memperkuat posisi mereka dalam pengembangan model AI generatif. OpenAI dan Anthropic sama-sama dikenal sebagai pemain utama dalam industri AI mutakhir, khususnya dalam pengembangan model bahasa dan aplikasi berbasis kecerdasan buatan.

Situasi kompetitif tersebut sempat tergambar dalam sebuah acara teknologi di India pada Februari 2026 yang mempertemukan CEO OpenAI, Sam Altman, dan CEO Anthropic, Dario Amodei. Momen tersebut dianggap oleh pengamat industri sebagai simbol hubungan kompetitif yang kuat antara kedua perusahaan.

Baca Juga  Resmi: Google Izinkan Pengguna Ubah Alamat Gmail, Fitur Lama Ditunggu Hadir

Lonjakan dan Penurunan Pengguna Jadi Pemicu Strategi Baru

Persaingan antara OpenAI dan Anthropic tidak hanya terlihat dari inovasi teknologi, tetapi juga dari fluktuasi jumlah pengguna masing-masing platform.

Claude Naik, ChatGPT Sempat Turun

Dalam perkembangan terbaru, layanan AI milik Anthropic, yaitu Claude, mengalami peningkatan trafik pengguna.

Kondisi ini terjadi di tengah perdebatan antara Anthropic dan Departemen Pertahanan AS terkait pemanfaatan teknologi AI dalam konteks militer.

Secara tidak langsung, sorotan terhadap Anthropic tersebut justru meningkatkan perhatian publik terhadap produk mereka.

Sebaliknya, platform ChatGPT milik OpenAI dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengguna dalam periode yang sama.

Perubahan tren ini mendorong kedua perusahaan untuk segera merancang strategi baru guna mempertahankan daya saing di pasar.

Baca Juga  Microsoft Akuisisi Osmos untuk Mempercepat Rekayasa Data Otonom di Fabric

OpenAI Integrasikan Sora ke ChatGPT

Dalam upaya meningkatkan kembali pertumbuhan pengguna, OpenAI mengambil langkah strategis dengan mengintegrasikan teknologi video AI ke dalam platform utamanya.

Sora Akan Jadi Fitur Inti ChatGPT

OpenAI dilaporkan tengah menyiapkan integrasi Sora ke dalam ChatGPT.

Sora merupakan alat pembuat video berbasis AI yang pertama kali diperkenalkan pada 2024 dan dirilis sebagai aplikasi mandiri pada 2025.

Namun, popularitas aplikasi tersebut mengalami penurunan setelah munculnya berbagai pesaing di industri video AI.

Data dari perusahaan analisis aplikasi AppFigures menunjukkan bahwa jumlah unduhan Sora pada Januari 2025 turun hingga 45 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menjadi sekitar 1,2 juta unduhan.

Selain itu, aplikasi tersebut juga mengalami penurunan peringkat di App Store, dari posisi teratas menjadi peringkat 101 pada awal tahun.

Baca Juga  Nothing Headphone (a) Resmi Hadir, Bagaimana Perbandingannya dengan Headphone (1)?

Strategi Mengulang Sukses Fitur Visual AI

Melihat tren tersebut, OpenAI berupaya mengintegrasikan Sora ke dalam ChatGPT untuk meningkatkan tingkat adopsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *