Teknologi Chip Otak BCI China Diprediksi Meledak dalam Beberapa Tahun Mendatang
Info Tekno> China menggila tanam chip otak menjadi topik yang semakin banyak dibicarakan di dunia teknologi global setelah negara tersebut secara agresif mempercepat pengembangan teknologi brain-computer interface (BCI). Para ilmuwan di negara itu memprediksi teknologi yang menghubungkan otak manusia langsung dengan komputer ini dapat mulai digunakan secara luas oleh masyarakat dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Perkembangan pesat teknologi BCI di China dinilai berpotensi mengubah lanskap persaingan teknologi global. Beberapa pengamat bahkan menyebut langkah ini bisa membuat Amerika Serikat tertinggal dalam perlombaan teknologi masa depan, khususnya di bidang neuroteknologi.
Teknologi chip otak sendiri menjadi salah satu bidang penelitian yang semakin mendapat perhatian dunia karena potensinya dalam bidang kesehatan, rehabilitasi medis, hingga interaksi manusia dengan perangkat digital.
Pengembangan teknologi ini juga tengah dilakukan oleh sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk perusahaan neuroteknologi milik Elon Musk, Neuralink, yang berbasis di Amerika Serikat.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, China dinilai bergerak semakin cepat dengan dukungan kebijakan nasional, pendanaan riset besar, serta kolaborasi antara universitas, lembaga penelitian, dan industri teknologi.
Pemerintah China Jadikan Teknologi BCI sebagai Industri Strategis
Langkah agresif China dalam pengembangan chip otak tidak terlepas dari dukungan langsung pemerintah pusat.
Masuk dalam Rencana Pembangunan Lima Tahunan
Pemerintah China baru-baru ini memasukkan teknologi brain-computer interface (BCI) sebagai salah satu sektor strategis dalam rencana pembangunan ekonomi lima tahunan terbaru.
Penempatan teknologi ini sejajar dengan berbagai bidang teknologi masa depan lainnya, seperti:
- komputasi kuantum
- kecerdasan buatan embodied AI
- jaringan komunikasi 6G
- energi fusi nuklir
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah China melihat teknologi BCI sebagai salah satu pilar penting dalam inovasi teknologi masa depan.
Dengan dimasukkannya BCI ke dalam prioritas nasional, berbagai lembaga riset dan perusahaan teknologi di China diperkirakan akan memperoleh dukungan lebih besar dalam bentuk investasi, kebijakan, serta pengembangan infrastruktur penelitian.
Fokus pada Inovasi Medis dan Teknologi Masa Depan
Teknologi BCI pada dasarnya memungkinkan komunikasi langsung antara otak manusia dan perangkat komputer melalui sinyal saraf.
Melalui teknologi ini, sinyal listrik yang dihasilkan oleh aktivitas otak dapat diterjemahkan menjadi perintah digital yang dapat digunakan untuk mengontrol perangkat eksternal.
Aplikasi teknologi ini sangat luas, namun saat ini fokus utama pengembangannya berada pada sektor medis, khususnya untuk membantu pasien dengan gangguan saraf atau kelumpuhan.
Ilmuwan China Sebut Teknologi BCI Mendekati Tahap Penggunaan Nyata
Direktur Sichuan Institute of Brain Science, Yao Dezhong, menyebut perkembangan teknologi BCI di China saat ini berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, sejumlah penelitian yang sebelumnya hanya berada pada tahap laboratorium kini mulai mendekati tahap penggunaan praktis di dunia nyata.
Ia menilai bahwa dalam beberapa tahun mendatang masyarakat akan mulai melihat teknologi ini digunakan secara nyata dalam layanan medis.
Yao menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah memang tidak akan langsung mengubah kondisi teknologi secara instan. Namun arah kebijakan tersebut memberikan sinyal kuat bahwa teknologi BCI akan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan sains dan teknologi di China.
Menurutnya, dalam waktu sekitar tiga hingga lima tahun ke depan, beberapa produk berbasis BCI berpotensi mulai tersedia dalam layanan praktis yang benar-benar digunakan oleh masyarakat.
Perkembangan tersebut dapat menjadi titik penting dalam sejarah pengembangan teknologi interaksi manusia dengan mesin.
China Menjadi Negara Kedua yang Melakukan Uji Coba Chip Otak Invasif
Perkembangan teknologi BCI di China juga terlihat dari jumlah uji klinis yang sedang berlangsung.
Lebih dari 10 Uji Klinis Berjalan
Saat ini China tercatat sebagai negara kedua di dunia yang melakukan uji coba chip otak invasif pada manusia.
Lebih dari 10 uji klinis teknologi BCI sedang berlangsung di berbagai pusat penelitian di negara tersebut.
Jumlah ini disebut-sebut setara dengan jumlah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat.
Uji klinis tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengembangan teknologi medis karena bertujuan untuk memastikan keamanan dan efektivitas teknologi sebelum digunakan secara luas.
Target Lebih dari 50 Pasien pada 2026
Para peneliti di China menargetkan lebih dari 50 pasien akan dilibatkan dalam uji coba teknologi BCI sepanjang tahun 2026.
Para pasien tersebut berasal dari berbagai latar belakang kondisi medis, terutama mereka yang mengalami gangguan saraf, kelumpuhan, atau amputasi.
Melalui uji klinis ini para ilmuwan berharap dapat mengumpulkan data yang cukup untuk mengembangkan teknologi yang lebih stabil dan aman digunakan.
Hasil Eksperimen Awal Menunjukkan Kemajuan Signifikan
Sejumlah eksperimen terbaru dalam pengembangan teknologi chip otak menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.
Pasien Lumpuh Bisa Menggerakkan Perangkat
Dalam beberapa percobaan, pasien yang mengalami kelumpuhan dilaporkan mampu kembali menggerakkan bagian tubuh mereka secara terbatas melalui bantuan teknologi BCI.
Teknologi ini bekerja dengan membaca sinyal saraf dari otak pasien dan mengubahnya menjadi perintah yang dapat menggerakkan perangkat tertentu.
Beberapa pasien bahkan dilaporkan mampu:
- mengendalikan tangan robotik
- mengoperasikan kursi roda pintar
- menggerakkan perangkat digital menggunakan sinyal otak
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa teknologi BCI memiliki potensi besar dalam membantu rehabilitasi pasien dengan gangguan neurologis.
Potensi Revolusi di Dunia Medis
Para peneliti menyebut teknologi ini berpotensi merevolusi metode pengobatan bagi pasien yang mengalami kerusakan saraf.
Dengan teknologi BCI, komunikasi antara otak dan perangkat medis dapat membantu pasien memperoleh kembali sebagian fungsi tubuh yang sebelumnya hilang.
Integrasi Teknologi BCI ke Sistem Kesehatan China
Selain pengembangan teknologi di laboratorium, pemerintah China juga mulai mengintegrasikan teknologi BCI ke dalam sistem kesehatan nasional.
Terapi BCI Mulai Masuk Asuransi Kesehatan
Beberapa terapi berbasis BCI bahkan telah dimasukkan ke dalam asuransi kesehatan nasional di sejumlah provinsi percontohan di China.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penelitian, tetapi juga pada implementasi teknologi tersebut dalam layanan kesehatan masyarakat.
Dengan dukungan sistem kesehatan nasional, teknologi BCI memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menjangkau pasien yang membutuhkan.
Nilai Pasar Teknologi BCI Diprediksi Terus Meningkat
Perkembangan teknologi BCI juga membuka peluang ekonomi yang cukup besar.
Proyeksi Pasar Hingga 2027
Nilai pasar teknologi brain-computer interface di China diperkirakan mencapai sekitar 5,58 miliar yuan atau setara dengan sekitar US$809 juta pada tahun 2027.
Pertumbuhan pasar ini didorong oleh beberapa faktor utama, antara lain:
- meningkatnya kebutuhan teknologi medis
- dukungan kebijakan pemerintah
- perkembangan teknologi kecerdasan buatan
- meningkatnya investasi di sektor neuroteknologi
Pertumbuhan ini membuat China semakin serius dalam mengembangkan ekosistem industri BCI.
Keunggulan China dalam Pengembangan Teknologi Chip Otak
Menurut Yao Dezhong, China memiliki sejumlah keunggulan yang dapat mempercepat pengembangan teknologi BCI.
Beberapa faktor yang menjadi keunggulan tersebut antara lain:
Populasi Besar dan Kebutuhan Pasien Tinggi
Dengan populasi yang sangat besar, China memiliki jumlah pasien dengan gangguan neurologis yang cukup tinggi.
Hal ini memberikan peluang lebih besar untuk melakukan penelitian klinis dan pengembangan teknologi medis.
Rantai Industri yang Efisien
China juga memiliki rantai industri teknologi yang sangat kuat, mulai dari produksi komponen elektronik hingga pengembangan perangkat lunak.
Ekosistem industri yang lengkap ini mempermudah proses pengembangan dan produksi teknologi baru.
Sumber Daya Talenta Sains dan Teknologi
Selain itu, China memiliki jumlah ilmuwan dan insinyur yang besar di bidang sains dan teknologi.
Ketersediaan sumber daya manusia ini menjadi faktor penting dalam mempercepat inovasi teknologi.
Persaingan dengan Teknologi Neuralink
Di sisi lain, perusahaan neuroteknologi seperti Neuralink yang didirikan oleh Elon Musk juga tengah mengembangkan teknologi chip otak serupa.
Perusahaan tersebut mengembangkan teknologi implan otak yang ditanamkan langsung ke jaringan saraf menggunakan robot bedah khusus.
Robot tersebut mampu menanam ratusan elektroda ke dalam otak manusia dalam waktu singkat untuk membaca sinyal saraf dengan presisi tinggi.
Teknologi ini bertujuan membantu pasien dengan gangguan saraf serta membuka kemungkinan interaksi langsung antara otak manusia dan komputer.
China Diklaim Bergerak Cepat Mengejar Teknologi Global
Meski perusahaan seperti Neuralink lebih dahulu dikenal dalam pengembangan chip otak, para ilmuwan China menilai negara mereka kini bergerak sangat cepat dalam mengejar teknologi tersebut.
Yao Dezhong menyebut arah teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan internasional sebenarnya juga dapat dicapai oleh para peneliti di China.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan teknologi BCI kemungkinan akan menjadi salah satu arena kompetisi teknologi global di masa depan.
Jika perkembangan teknologi ini terus berlanjut sesuai prediksi, teknologi chip otak berpotensi menjadi salah satu inovasi paling revolusioner dalam dunia kesehatan dan teknologi digital dalam beberapa tahun mendatang.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






