Dengan tetap menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6 pada Xiaomi 18, perusahaan memastikan produknya tetap berada di garis depan performa Android, meskipun bukan varian tertinggi.
Analisis Industri: Apakah Strategi Ini Tepat?
Dari perspektif industri, pemisahan chipset antara model reguler dan Pro adalah langkah yang rasional secara komersial. Hal ini memungkinkan:
- Diferensiasi produk yang lebih jelas
- Optimalisasi struktur biaya
- Segmentasi konsumen yang lebih presisi
Namun, keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada:
- Selisih performa nyata antara Gen 6 dan Gen 6 Pro
- Harga jual akhir perangkat
- Respons kompetitor di periode yang sama
Jika selisih performa terlalu besar, konsumen mungkin cenderung langsung memilih model Pro. Sebaliknya, jika perbedaannya minimal, Xiaomi 18 bisa menjadi sweet spot di lini flagship.
Kesimpulan
Xiaomi 18 diprediksi menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6 alih-alih Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro karena pertimbangan harga dan segmentasi pasar. Sementara itu, Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max kemungkinan besar akan mengusung varian Pro sebagai diferensiasi performa tertinggi.
Peluncuran yang diperkirakan berlangsung pada September, berdekatan dengan pengumuman resmi Qualcomm, menegaskan kemitraan strategis jangka panjang antara kedua perusahaan. Dengan tambahan kamera telefoto periskop 50MP dan optimalisasi AI, Xiaomi 18 tetap diproyeksikan sebagai flagship kompetitif di pasar 2026.
Meski masih sebatas rumor, arah strategi ini memberikan gambaran jelas bahwa persaingan smartphone premium tahun depan akan semakin ditentukan oleh kombinasi efisiensi biaya, performa chipset, dan inovasi kamera berbasis AI.







