Berita  

Waspada, Phishing Kini Menyusup Lewat Komentar dan Balasan di LinkedIn

Waspada phishing di LinkedIn yang kini menyusup lewat komentar dan balasan palsu. Modus baru ini meniru pesan resmi dan berisiko mencuri data.

Waspada, Phishing Kini Menyusup Lewat Komentar dan Balasan di LinkedIn
Waspada, Phishing Kini Menyusup Lewat Komentar dan Balasan di LinkedIn

Dalam sejumlah perangkat, pratinjau tautan tersebut tidak selalu tampil secara lengkap. Hal ini membuat pengguna semakin sulit mengidentifikasi bahwa tautan tersebut sebenarnya mengarah ke domain mencurigakan yang tidak memiliki kaitan dengan LinkedIn.

Menurut laporan BleepingComputer, tautan phishing ini kerap mengarah ke domain berakhiran “app” atau “site” dengan kombinasi karakter acak, yang menjadi indikator kuat adanya upaya penipuan.

Halaman Palsu dan Pemanenan Kredensial

Sejumlah situs phishing yang teridentifikasi menampilkan halaman dengan desain sederhana namun cukup meyakinkan. Salah satunya menampilkan pesan tentang “pembatasan sementara akun” dan meminta pengguna segera melakukan verifikasi identitas.

Ketika pengguna mengklik tombol verifikasi, mereka diarahkan ke halaman lain yang berfungsi sebagai pemanenan kredensial. Pada tahap ini, informasi login seperti alamat email dan kata sandi berpotensi dicuri oleh pelaku kejahatan siber.

Baca Juga  Gangguan Cloudflare Kembali Heboh! Fitur Baru AI Picu Krisis Global dan Kejutkan Pengguna

Beberapa halaman palsu bahkan memanfaatkan nama dan logo LinkedIn, serta mengatasnamakan halaman perusahaan yang tampak resmi. Sejumlah pengguna, termasuk tokoh profesional dan pemilik halaman bisnis, mengaku menemukan akun atau halaman palsu dengan nama yang sangat mirip dengan LinkedIn dalam kurun waktu singkat.

Respons LinkedIn terhadap Serangan Phishing

Menanggapi laporan tersebut, LinkedIn mengonfirmasi bahwa mereka telah mengetahui aktivitas phishing yang beredar melalui komentar publik. Pihak LinkedIn menyatakan bahwa tim keamanan internal sedang bekerja untuk mengidentifikasi dan menghapus akun serta halaman palsu yang terlibat dalam kampanye penipuan ini.

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *