Menurut kajian dari Telkom University, virtualisasi memungkinkan pembagian sumber daya komputasi secara dinamis dan mandiri. Setiap lingkungan virtual dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan, mulai dari kapasitas CPU, memori, hingga penyimpanan, tanpa harus menambah perangkat keras baru.
Peran Hypervisor sebagai Jantung Virtualisasi
Apa Itu Hypervisor?
Di balik teknologi virtualisasi, terdapat komponen krusial bernama hypervisor. Hypervisor adalah perangkat lunak yang bertugas mengelola interaksi antara perangkat keras fisik dan mesin virtual (virtual machine/VM). Melalui hypervisor, sumber daya seperti prosesor, RAM, dan penyimpanan dibagi secara efisien ke beberapa VM.
AWS menjelaskan bahwa hypervisor memungkinkan banyak mesin virtual berjalan di satu mesin fisik, masing-masing dengan sistem operasi dan aplikasinya sendiri. Dengan kata lain, setiap VM berperilaku layaknya komputer mandiri, meskipun berbagi infrastruktur yang sama.
Jenis Hypervisor yang Umum Digunakan
Hypervisor secara umum terbagi menjadi dua kategori utama:
- Type 1 (Bare Metal Hypervisor)
Berjalan langsung di atas perangkat keras tanpa sistem operasi host. Contohnya VMware ESXi dan Microsoft Hyper-V. Jenis ini banyak digunakan di pusat data dan cloud enterprise karena performanya tinggi. - Type 2 (Hosted Hypervisor)
Berjalan di atas sistem operasi host, seperti VirtualBox dan VMware Workstation. Biasanya digunakan untuk kebutuhan pengembangan, pengujian, atau pembelajaran.
Ragam Jenis Virtualisasi dalam Infrastruktur Modern
Bentuk-Bentuk Virtualisasi yang Banyak Digunakan
Seiring perkembangan teknologi, virtualisasi hadir dalam berbagai bentuk untuk menjawab kebutuhan komputasi yang semakin kompleks. BINUS University mencatat beberapa jenis virtualisasi yang umum digunakan, antara lain:
Virtualisasi Perangkat Keras (Hardware Virtualization)
Memungkinkan satu server fisik menjalankan banyak sistem operasi secara bersamaan melalui hypervisor.
Full Virtualization
Hypervisor meniru perangkat keras secara penuh sehingga sistem operasi tamu tidak perlu dimodifikasi.
Hardware-Assisted Virtualization
Memanfaatkan fitur khusus pada prosesor modern seperti Intel VT-x dan AMD-V untuk meningkatkan performa dan efisiensi.
Virtualisasi Terdistribusi
Menggabungkan beberapa server fisik ke dalam satu sistem virtual terpusat, sering digunakan dalam data center skala besar.
Platform Enterprise Virtualization
Contohnya oVirt dan VMware vSphere, yang menyediakan manajemen terpusat, high availability, dan failover otomatis.
Pendekatan ini menjadikan virtualisasi semakin matang dan andal untuk kebutuhan bisnis berskala besar.
Mengapa Virtualisasi Menjadi Fondasi Cloud Computing?
Hubungan Erat Virtualisasi dan Cloud
Virtualisasi dan cloud computing adalah dua konsep yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa virtualisasi, layanan cloud seperti yang dikenal saat ini hampir mustahil diwujudkan. Virtualisasi memungkinkan penyedia cloud menjalankan ribuan hingga jutaan mesin virtual di atas infrastruktur fisik yang terbatas.







