Kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses internet atau perangkat digital berisiko semakin tertinggal, karena banyak layanan publik dan peluang ekonomi kini berpindah ke ruang digital.
Teknologi Bisa Jadi Alat Eksklusi
Dalam kondisi ini, teknologi yang seharusnya menjadi alat pemerataan justru berpotensi menjadi sumber eksklusi sosial. Mereka yang tidak terhubung akan semakin sulit mengakses pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang kerja.
Peran Pemerintah dan Tanggung Jawab Etis
Kebijakan Berbasis Data
Pemerintah semakin mengandalkan sistem informasi dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan. Data kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi menjadi dasar pembangunan nasional.
Jika dikelola secara transparan dan akuntabel, sistem ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, tanpa pengawasan yang memadai, kebijakan berbasis data berisiko mengabaikan konteks sosial dan kelompok rentan.
Pentingnya Literasi Digital
Untuk menyeimbangkan manfaat teknologi, literasi digital dan literasi data perlu diperkuat. Masyarakat tidak cukup hanya menjadi pengguna, tetapi juga harus memahami bagaimana data dikumpulkan, diolah, dan dimanfaatkan.
Di sisi lain, pengembang dan pengelola sistem informasi memiliki tanggung jawab etis untuk memastikan teknologi digunakan secara adil, aman, dan inklusif.
Siapa yang Paling Diuntungkan?
Pada akhirnya, teknologi komputer dan sistem informasi bukanlah entitas netral. Manfaatnya sangat bergantung pada siapa yang memiliki akses, kendali, dan pemahaman atas teknologi tersebut. Kelompok dengan sumber daya dan literasi tinggi cenderung menikmati keuntungan lebih besar, sementara kelompok lain berisiko tertinggal.








Responses (3)