Satelit Starlink 34343 Hilang Kontak, Diduga Meledak di Orbit 560 Km
Info Tekno> SpaceX kehilangan kontak dengan satelit Starlink bernomor 34343 pada Minggu, 29 Maret 2026. Anomali terdeteksi di ketinggian sekitar 560 kilometer atas permukaan Bumiāzona orbit rendah yang kini dihuni lebih dari 24.000 objek, termasuk sekitar 10.000 unit armada Starlink lainnya beserta berbagai serpihan antariksa.
Penyebab pasti insiden ini belum dikonfirmasi SpaceX. Namun dugaan kuat mengarah pada ledakan internal.
Tidak Ada Ancaman bagi ISS dan Misi Artemis II
SpaceX bergerak cepat meredam kekhawatiran komunitas antariksa internasional. Melalui akun X resminya, perusahaan milik Elon Musk itu menyatakan:
“Analisis terbaru menunjukkan bahwa kejadian tersebut tidak menimbulkan risiko bagi @Space_Station, awaknya, atau peluncuran misi Artemis II NASA yang akan datang.”
SpaceX turut menegaskan bahwa misi Transporter-16 miliknya tidak akan terdampak. Koordinasi aktif tengah berjalan bersama NASA dan @USSpaceForce untuk memantau pergerakan satelit maupun serpihan yang dihasilkan pasca-anomali.
LeoLabs Deteksi Belasan Objek Baru di Sekitar Lokasi
Perusahaan pelacak orbit LeoLabs mengidentifikasi sejumlah objek baru yang bermunculan di sekitar posisi terakhir Starlink 34343 setelah anomali terjadi. Temuan ini memperkuat skenario ledakan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.







