Meski Samsung belum mengumumkan tanggal resmi, sinyal yang diberikan melalui laporan keuangan dan komunikasi perusahaan memperkuat keyakinan bahwa peluncuran tinggal menghitung waktu.
Fokus Baru di Generasi Galaxy S
Galaxy S26 Series diyakini tidak hanya membawa peningkatan spesifikasi hardware, tetapi juga perubahan filosofi pengalaman pengguna, di mana AI menjadi pusat dari seluruh interaksi. Dengan kata lain, Galaxy S26 bukan sekadar smartphone cepat dan canggih, tetapi juga cerdas secara kontekstual.
Strategi AI-First Samsung yang Konsisten
AI sebagai Pilar Inovasi Produk
Samsung dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten menempatkan AI sebagai fondasi inovasi produknya. Mulai dari fitur kamera berbasis AI, pengoptimalan baterai, hingga asisten pintar yang semakin adaptif, semuanya mengarah pada satu tujuan: menghadirkan teknologi yang terasa lebih personal dan relevan.
Dengan Agentic AI di Galaxy S26 Series, Samsung membawa pendekatan ini ke level yang lebih tinggi, di mana AI tidak lagi pasif, tetapi aktif membantu pengguna mencapai tujuan mereka.
Pengembangan Form Factor yang Lebih Ramping
Selain AI, Samsung juga menegaskan komitmennya dalam mengembangkan form factor perangkat yang lebih ramping dan ringan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi Samsung tidak hanya berfokus pada software, tetapi juga desain fisik yang mendukung kenyamanan penggunaan jangka panjang.
Kombinasi desain ergonomis dan AI canggih diharapkan dapat menciptakan pengalaman flagship yang menyeluruh.
Kinerja Keuangan Samsung Menguatkan Strategi Teknologi
Laba Kuartal Empat 2025 Cetak Rekor
Kepercayaan diri Samsung dalam mendorong inovasi AI didukung oleh kinerja keuangan yang sangat solid. Pada kuartal keempat 2025 yang berakhir 31 Desember, Samsung mencatat laba tertinggi sepanjang masa sebesar 93,8 triliun won Korea Selatan, atau sekitar Rp1.084 triliun.
Sementara itu, laba operasional mencapai 20,1 triliun won, setara dengan Rp232 triliun, menandakan efisiensi dan profitabilitas yang kuat di berbagai lini bisnis.
Pendapatan Tahunan Tembus Ribuan Triliun Rupiah
Untuk sepanjang tahun 2025, Samsung membukukan:
- Pendapatan tahunan sebesar 333,6 triliun won (sekitar Rp3.856 triliun)
- Laba operasional sebesar 43,6 triliun won (sekitar Rp504 triliun)
Capaian ini memperlihatkan fondasi finansial yang kokoh, memungkinkan Samsung terus berinvestasi besar-besaran pada riset dan pengembangan, termasuk teknologi Agentic AI.
Divisi Semikonduktor Jadi Mesin Pertumbuhan
Permintaan Chip dan Memori Tetap Tinggi
Salah satu pendorong utama kinerja Samsung adalah divisi semikonduktor. Meski menghadapi keterbatasan pasokan dan tekanan kenaikan harga global, bisnis chip dan memori Samsung tetap mencatat pendapatan dan laba operasional kuartalan tertinggi sepanjang sejarah.







