Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Samsung Tegaskan Pentingnya Ekosistem Terbuka untuk Wujudkan Home AI yang Lebih Optimal

2 menit baca
Ukuran teks 100%

Dalam ajang CES 2026 di Las Vegas, Samsung membuka rangkaian Tech Forum dengan satu pesan penting: masa depan Home AI (Artificial Intelligence) hanya dapat terwujud melalui ekosistem terbuka yang kolaboratif. Langkah ini menegaskan visi jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan teknologi rumah pintar yang benar-benar berdampak bagi kehidupan manusia, bukan hanya sebatas fitur canggih yang berdiri sendiri.

Kolaborasi Terbuka Jadi Kunci Masa Depan Rumah Pintar

Dalam sesi panel bertajuk “When Everything Clicks: How Open Ecosystems Deliver Impactful AI” yang digelar di The Wynn, Las Vegas, para pemimpin lintas industri berkumpul untuk membahas peran penting interoperabilitas dalam mewujudkan smart home yang saling terhubung.

Diskusi tersebut menghasilkan satu kesimpulan utama: masa depan kecerdasan rumah (home intelligence) hanya bisa tercapai melalui keterbukaan dan kolaborasi lintas merek, bukan melalui ekosistem tertutup.

Dengan semakin banyaknya rumah yang menggunakan perangkat dari berbagai produsen, keterhubungan antar-sistem menjadi hal esensial agar AI dapat bekerja secara terpadu — menciptakan rumah yang cerdas, efisien, dan mudah digunakan.

Samsung menilai bahwa ekosistem terbuka memungkinkan perangkat rumah tangga, sistem energi, serta layanan keamanan dan hiburan berkolaborasi secara mulus. Keterbukaan semacam ini menciptakan pengalaman pengguna yang lebih kaya dan berdampak nyata, sesuatu yang sulit dicapai dalam sistem yang terbatas pada satu merek saja.

Samsung: Home AI Harus Dipercaya dan Memberi Nilai Nyata

Dalam forum tersebut, Yoonho Choi, President & Chair of the Board Home Connectivity Alliance (HCA) sekaligus Head of Strategic Alliances di Samsung Electronics, menegaskan bahwa rumah merupakan ruang paling personal bagi setiap individu. Karena itu, teknologi AI di rumah harus dapat dipercaya, bekerja dengan tenang, menghormati privasi pengguna, dan memberikan nilai yang benar-benar bisa dirasakan.

“Rumah adalah tempat paling personal dalam hidup kita, sehingga Home AI harus dipercayai, bekerja secara senyap, penuh hormat, dan dengan manfaat nyata bagi pengguna,” ujar Choi.

Ia menambahkan, untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan interoperabilitas lintas merek dan industri agar rumah bisa berfungsi sebagai satu sistem terpadu, bukan sekadar kumpulan fitur yang berdiri sendiri.

Melalui kemitraan bersama Home Connectivity Alliance (HCA) dan berbagai mitra industri, Samsung berupaya menghadirkan ekosistem terbuka yang menghadirkan manfaat nyata — mulai dari keamanan rumah yang lebih baik, rutinitas yang disederhanakan, hingga efisiensi energi yang terukur, semuanya berbasis pada prinsip transparansi dan persetujuan pengguna.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *