Pendiri SpaceX, Elon Musk, bahkan menyebut Starlink sebagai “tulang punggung” komunikasi militer Ukraina. Situasi ini memicu kekhawatiran di Moskow terkait ketergantungan pada teknologi asing dalam konteks keamanan dan pertahanan.
Upaya Mengurangi Ketergantungan Teknologi Asing
Pejabat Rusia berulang kali menyatakan keprihatinan terhadap penggunaan teknologi internet satelit asing dalam peperangan modern. Militer Rusia pun dilaporkan mengembangkan strategi peperangan elektronik untuk mengganggu sinyal Starlink.
Dalam konteks inilah Rassvet dipandang sebagai solusi jangka panjang. Dengan membangun sistem internet satelit sendiri, Rusia berharap dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi asing sekaligus memperkuat kontrol atas infrastruktur komunikasi strategis.
Rassvet sebagai Alat Teknologi dan Diplomasi
Selain memperluas konektivitas nasional, Rassvet juga diproyeksikan menjadi alat diplomasi teknologi Rusia. Dengan menawarkan akses kepada negara-negara sekutu, Moskow dapat memperluas pengaruhnya di bidang infrastruktur digital global.
Meski masih membutuhkan waktu hingga operasional penuh, proyek Rassvet menegaskan ambisi Rusia untuk tidak tertinggal dalam perlombaan internet satelit global. Di tengah dominasi Starlink, kehadiran Rassvet berpotensi mengubah peta persaingan teknologi komunikasi berbasis satelit dalam beberapa tahun ke depan.








Respon (2)