Bakanov menyebut produksi massal perangkat keras ini direncanakan dimulai sebelum akhir tahun. Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa proyek Rassvet tidak berhenti di tahap konsep, melainkan telah memasuki fase implementasi yang lebih serius dan terukur.
Rassvet dan Perbandingannya dengan Starlink
Meniru Model Konstelasi Orbit Rendah
Secara teknis, Rassvet akan mengadopsi model konstelasi satelit di orbit rendah Bumi atau low Earth orbit (LEO), pendekatan yang juga digunakan Starlink. Konstelasi awal Rassvet ditargetkan terdiri dari lebih dari 300 satelit yang siap beroperasi penuh pada tahap awal.
Sebagai perbandingan, Starlink saat ini mengoperasikan lebih dari 9.000 satelit di orbit rendah dan telah melayani sekitar 9 juta pengguna di lebih dari 150 negara. Meski skalanya masih jauh lebih kecil, Rusia melihat Rassvet sebagai fondasi awal untuk membangun sistem internet satelit yang kompetitif dan mandiri.
Respons Langsung terhadap Dominasi Amerika
Ketua Komite Kebijakan Informasi Parlemen Rusia, Sergey Boyarsky, secara terbuka menyebut Rassvet sebagai respons langsung Moskow terhadap sistem Starlink milik Amerika Serikat. Menurutnya, kehadiran jaringan satelit nasional akan memungkinkan Rusia melakukan “lompatan kualitatif” dalam penyediaan komunikasi, terutama di wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur darat.
Boyarsky juga menambahkan bahwa Rusia berencana membuka akses Rassvet bagi negara-negara sekutu. Langkah ini menunjukkan bahwa proyek internet satelit tersebut tidak hanya diposisikan sebagai solusi domestik, tetapi juga sebagai instrumen kerja sama dan pengaruh teknologi di tingkat internasional.
Dimensi Geopolitik di Balik Proyek Rassvet
Pelajaran dari Konflik Ukraina
Peran Starlink dalam konflik Ukraina menjadi salah satu latar belakang penting lahirnya proyek Rassvet. Sejak 2022, Ukraina dilaporkan telah menerima lebih dari 50.000 terminal Starlink yang digunakan untuk berbagai keperluan militer, mulai dari koordinasi operasi hingga pengendalian drone.








Respon (2)