Sebagian analis menilai bahwa tekanan finansial Reality Labs berpotensi membebani kinerja keseluruhan Meta jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan yang signifikan di sektor lain.
AI Mulai Menjadi Penyeimbang
Di sisi lain, Meta mulai menunjukkan kemajuan pesat di bidang kecerdasan buatan (AI). Produk berbasis AI, termasuk model bahasa dan fitur AI di platform sosial Meta, dinilai mampu menjadi penyeimbang atas kerugian di sektor VR.
Kombinasi AI dan perangkat wearable, termasuk kacamata pintar, kini disebut-sebut sebagai arah baru yang lebih realistis dibandingkan visi metaverse murni berbasis VR.
Masa Depan Meta VR: Bertahan atau Berubah Arah?
VR Masih Punya Peluang?
Meski kerugiannya besar, VR bukan tanpa potensi. Penggunaan VR di sektor pendidikan, pelatihan industri, kesehatan, dan kolaborasi jarak jauh terus berkembang. Namun, segmen ini masih membutuhkan waktu untuk menghasilkan skala ekonomi yang signifikan.
Jika Meta mampu menyesuaikan strategi dan fokus pada use case yang lebih praktis, peluang untuk memperkecil kerugian tetap terbuka.
Strategi Jangka Panjang Jadi Penentu
Keberhasilan atau kegagalan Meta VR pada akhirnya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan menyeimbangkan visi jangka panjang dengan realitas pasar. Terlalu agresif berinvestasi tanpa adopsi yang sepadan dapat menjadi beban berkepanjangan, sementara terlalu cepat mundur berisiko kehilangan posisi di teknologi masa depan.
Kesimpulan: Ambisi Besar, Jalan Masih Panjang
Kerugian miliaran dolar yang dialami divisi Meta VR sepanjang 2025 menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi selalu datang dengan risiko besar. Reality Labs mencerminkan keberanian Meta untuk bertaruh pada masa depan, tetapi juga menunjukkan betapa sulitnya mengubah visi futuristik menjadi bisnis yang menguntungkan.
Apakah VR dan metaverse akan benar-benar menjadi platform utama di masa depan, atau justru tetap menjadi teknologi niche, masih menjadi pertanyaan terbuka. Yang jelas, perjalanan Meta di dunia VR belum selesai—dan tahun-tahun ke depan akan menjadi fase penentuan bagi ambisi besar Mark Zuckerberg dan perusahaannya.







