India dinilai sebagai pasar strategis mengingat pertumbuhan ekonomi digitalnya yang pesat serta jumlah penduduk yang besar. Jika kerja sama ini terealisasi, QRIS berpotensi menjadi salah satu instrumen pembayaran regional yang memiliki daya saing tinggi di Asia.
Tidak hanya India, BI juga membuka peluang ekspansi QRIS ke beberapa negara Asia lainnya. Sepanjang tahun 2026, bank sentral menargetkan penambahan hingga delapan negara baru dalam jaringan QRIS lintas negara.
Target Ambisius BI untuk Pengguna dan Transaksi QRIS
Bank Indonesia menetapkan target yang cukup agresif untuk pengembangan QRIS. Jumlah pengguna ditargetkan mencapai sekitar 60 juta orang, sementara volume transaksi diharapkan menembus angka 17 miliar transaksi dalam satu tahun.
Target ini mencerminkan optimisme BI terhadap adopsi pembayaran digital di Indonesia yang terus meningkat, baik di kalangan konsumen maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). QRIS dinilai berhasil menjadi alat pembayaran yang mudah diakses, murah, dan fleksibel.
Pertumbuhan Transaksi QRIS Capai Hampir 140 Persen
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sebelumnya mengungkapkan bahwa kinerja transaksi QRIS menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Sepanjang kuartal IV tahun 2025, volume transaksi QRIS tercatat melonjak hingga 139,99 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).








Responses (2)