Daftar isi
Titik pembobolan lebih banyak dari dugaan awal
Awalnya Binance menduga laptop seorang insinyur disusupi sehingga dana bisa ditarik tanpa izin. Belakangan terungkap bahwa serangannya jauh lebih luas.
“Investigasi lanjutan kami telah menemukan titik-titik pembobolan tambahan,” ujar Richard Teng, salah satu CEO Binance. Seorang juru bicara Binance mengatakan pada hari Jumat bahwa sekitar 80% aset yang dicuri sudah diamankan, sedangkan sisanya belum diketahui keberadaannya.
Jika tuduhan itu terbukti, nilai pencurian yang fantastis ini menunjukkan kemampuan peretas yang diduga berasal dari Korea Utara dan perangkat peretasan yang kian canggih.
Dugaan pemakaian kecerdasan buatan
Para ahli menyebut kecerdasan buatan (AI) memberi pelaku ancaman cara baru untuk beraksi, termasuk lewat otomatisasi. Dalam kasus ini, AI kemungkinan dipakai untuk menyusup ke sistem Binance.
Chainalysis menyebut pelaku memakai pola pencucian dana yang “belum pernah kami lihat sebelumnya”.
FAQ
Q: Siapa yang diduga berada di balik peretasan Binance senilai USD6,3 miliar?
A: TRM Labs dan Chainalysis mengidentifikasi Lazarus Group, unit peretas Korea Utara yang juga dikenal sebagai TraderTraitor, “dengan tingkat keyakinan tinggi”. Kedua perusahaan analisis blockchain itu menyatakan memiliki bukti kuat. Pyongyang telah lama membantah tuduhan bahwa pemerintahannya memakai kejahatan siber untuk membiayai negara.
Q: Berapa nilai kerugian Binance dan bagaimana nasib dana yang dicuri?
A: Nilai pencurian mencapai USD6,3 miliar atau sekitar Rp114 triliun. Seorang juru bicara Binance mengatakan pada hari Jumat bahwa sekitar 80% aset yang dicuri sudah diamankan, sedangkan keberadaan sisanya belum diketahui. Binance masih berupaya memulihkan dana senilai USD6,3 miliar yang dicuri dalam peretasan yang dikaitkan dengan Korea Utara.
Q: Bagaimana peretas diduga membobol Binance?
A: Agen Korea Utara dituduh memakai otorisasi khusus untuk mengubah hot wallet Binance menjadi jalur pemindahan dana otomatis ke penyerang. TRM menilai penyerang kemungkinan besar mengakses sistem penandatanganan hot wallet. Awalnya Binance menduga laptop seorang insinyur disusupi, tetapi investigasi lanjutan menemukan titik pembobolan tambahan.
Q: Apa itu hot wallet dalam kasus peretasan Binance?
A: Hot wallet adalah dompet kripto yang terhubung ke internet. Dalam kasus Binance, TRM menyatakan penyerang kemungkinan besar mengakses sistem penandatanganan hot wallet milik bursa itu. Akses tersebut diduga dipakai agen Korea Utara untuk memindahkan dana secara otomatis ke pihak penyerang.
Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://infotekno.net/peretasan-binance-lazarus-group-korea-utara/