INFO TEKNO> Untuk pertama kalinya, kecerdasan buatan (AI) mewarnai pemilu Israel secara masif menjelang pemungutan suara 27 Oktober. Deepfake dan bot kampanye membanjiri lini massa.
Dalam video berdurasi 19 detik di platform X, calon perdana menteri Israel Gadi Eisenkot tampak berdiri dengan tangan terentang dan senyum lebar. Dengan efek gerak lambat, ia berlari melintasi padang rumput menuju sosok yang menyerupai putranya, yang mengenakan kaus bertuliskan “Israeli Unity”.
Eisenkot justru melewati sosok itu dan merangkul Mansour Abbas, politikus Arab terkemuka yang memimpin Partai Ra’am dan ikut bertarung dalam pemilu.
Akun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengunggah video tersebut. Sejumlah survei menunjukkan Netanyahu dan Eisenkot, mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel (IDF), bersaing ketat dalam perebutan kursi pemerintahan.
Video buatan AI itu tampaknya sengaja memainkan sentimen anti-Arab, salah satu tema utama kampanye Netanyahu. Klip tersebut meraup lebih dari satu juta tayangan dan memicu gelombang kemarahan publik. Putra Eisenkot sendiri gugur pada 2023 dalam perang Israel-Hamas.
Likud Produksi Lebih dari 1.800 Unggahan AI
Ze Be AI, proyek riset milik Open University of Israel, memantau penggunaan AI dalam kampanye pemilu legislatif 2026. Menurut proyek itu, video tadi hanyalah satu dari lebih dari 1.800 unggahan berbasis AI buatan Partai Likud pimpinan Netanyahu hingga pertengahan Oktober.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar seperempat dari seluruh materi media sosial Likud yang tim peneliti analisis.
Disebut Pemilu AI Pertama di Israel
Pada 27 Oktober, warga Israel akan menentukan arah politik negaranya. Pemilu ini dapat mengakhiri kekuasaan Netanyahu atau justru memperkokoh posisinya untuk tahun-tahun mendatang. Para ilmuwan politik mulai menyebut kontestasi ini sebagai pemilu AI pertama di Israel.
Teknologi AI telah masuk ke hampir setiap aspek kampanye. Bentuknya mulai dari video sensasional pemantik kontroversi, panggilan telepon otomatis kepada pemilih, hingga penyebaran jaringan bot di media sosial.
“Dalam skenario tertentu, tepat menjelang hari pemungutan suara, AI bisa digunakan untuk menciptakan kontroversi yang berpotensi menggeser hasil pemilu,” kata Anat Ben-David, peneliti media yang memimpin proyek Ze Be AI.
Lebih dari 14 Persen Materi Kampanye Memakai AI
Sejak akhir Juli, Ben-David dan timnya melacak seluruh konten media sosial yang para politisi Israel unggah. Hingga pertengahan Oktober, mereka mengumpulkan lebih dari 44 ribu unggahan dari Facebook, Instagram, X, dan TikTok. Hasilnya, lebih dari 14 persen materi kampanye menggunakan AI dalam berbagai bentuk.
Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://infotekno.net/pemilu-israel-ai-deepfake-bot-likud-kampanye/