Demo yang ditampilkan memperlihatkan mobil Mercedes bertenaga AI melaju di San Francisco dengan pengemudi yang duduk santai tanpa menyentuh setir. Huang menjelaskan bahwa kendaraan ini belajar langsung dari perilaku manusia, namun tetap memberikan alasan logis di setiap keputusan yang diambil di jalan.
“Momen ChatGPT” untuk Dunia Fisik
Huang menggambarkan peluncuran Alpamayo sebagai “momen ChatGPT bagi AI fisik” — yaitu titik di mana kecerdasan buatan mulai benar-benar diterapkan pada benda nyata. Menurutnya, proyek ini membantu Nvidia memahami lebih dalam cara membangun sistem robotika canggih yang aman dan efisien.
Analis teknologi Paolo Pescatore dari PP Foresight menyebutkan bahwa langkah ini menandai pergeseran strategis Nvidia — dari sekadar penyedia komputasi utama menjadi penyedia platform AI untuk ekosistem perangkat fisik, termasuk mobil otonom, robot industri, hingga perangkat pintar rumah tangga.
Alpamayo dan Tantangan di Dunia AI Otomotif
Persaingan Ketat dengan Tesla
Langkah Nvidia ini secara tidak langsung menempatkannya dalam jalur kompetisi dengan Tesla, perusahaan otomotif milik Elon Musk. Tesla sendiri telah mengembangkan sistem autopilot dan kendaraan semi-otonom yang menjadi tolok ukur industri.
Menanggapi kabar peluncuran Alpamayo, Musk menulis di media sosial bahwa “mudah mencapai 99% akurasi, tapi sangat sulit menyelesaikan 1% terakhir.” Komentar ini menyoroti betapa rumitnya mengembangkan AI yang benar-benar mampu menangani situasi tak terduga di dunia nyata.








Responses (2)