Mode Lockdown iPhone kembali menjadi sorotan usai FBI gagal menembus data ponsel sitaan
Info Tekno> Mode Lockdown iPhone kembali mencuri perhatian dunia teknologi dan penegakan hukum setelah terungkap bahwa Federal Bureau of Investigation (FBI) tidak berhasil mengakses data dari sebuah iPhone yang disita dalam proses penyelidikan kasus sensitif. Fakta ini terungkap melalui dokumen pengadilan di Amerika Serikat dan dilaporkan oleh sejumlah media teknologi internasional.
Kasus tersebut menunjukkan secara nyata seberapa kuat fitur keamanan bawaan Apple ini bekerja, bahkan ketika dihadapkan pada upaya forensik digital dari lembaga penegak hukum sekelas FBI. Situasi ini sekaligus memicu kembali perdebatan lama mengenai keseimbangan antara privasi pengguna, keamanan nasional, dan kewenangan aparat hukum di era digital.
FBI akui gagal membuka iPhone 13 dalam penyelidikan kebocoran rahasia
Ponsel jurnalis disita dalam kasus sensitif Pentagon
Dalam dokumen pengadilan yang beredar, FBI mengonfirmasi bahwa mereka tidak mampu mengekstrak data dari sebuah iPhone 13 milik Hannah Natanson, jurnalis The Washington Post. Ponsel tersebut disita dalam penggeledahan pada Januari 2026 sebagai bagian dari penyelidikan dugaan kebocoran informasi rahasia yang melibatkan seorang kontraktor Pentagon.
Selain iPhone 13, aparat juga menyita berbagai perangkat lain, termasuk dua unit MacBook Pro, hard disk eksternal, perekam suara, serta sebuah smartwatch Garmin. Namun, hanya iPhone yang benar-benar tidak dapat diakses karena fitur keamanan yang aktif.
Lockdown Mode aktif saat ponsel disita
Menariknya, iPhone 13 tersebut ditemukan dalam kondisi menyala dan sedang diisi daya saat disita. Namun, layar perangkat menampilkan keterangan bahwa ponsel berada dalam Mode Lockdown. Kondisi inilah yang membuat tim forensik FBI—yang dikenal sebagai Computer Analysis Response Team (CART)—tidak mampu menyalin atau mengekstrak data apa pun dari perangkat tersebut.







