Salah satu contoh nyata: Microsoft telah menghilangkan ikon dari menu konteks Edge, sebuah elemen yang sebelumnya menjadi ciri pembeda visual yang signifikan. Selain itu, Microsoft dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk meninggalkan desain jendela Picture-in-Picture miliknya sendiri — yang selama ini menggunakan tombol khas Windows 11 untuk kontrol pemutaran media — dan menggantinya dengan versi standar yang digunakan di Chrome.
Langkah itu memang memudahkan Microsoft dalam mengadopsi pembaruan Chromium secara lebih efisien. Namun konsekuensinya adalah Edge akan semakin sulit dibedakan dari Chrome secara visual maupun fungsional.
Fitur-Fitur Khas Edge Mulai Dihapus
Konvergensi dengan Chrome bukan hanya soal tampilan. Microsoft juga dilaporkan telah menghapus sejumlah fitur eksklusif yang selama ini menjadi alasan pengguna memilih Edge dibanding peramban lain.
Salah satu yang paling mencolok adalah penghapusan sidebar yang memungkinkan pengguna mengakses email Outlook langsung dari dalam browser — integrasi produktivitas yang tidak dimiliki Chrome maupun Firefox secara bawaan.
Pendekatan yang dipilih Microsoft ini kontras dengan strategi yang diambil peramban berbasis Chromium lainnya seperti Brave dan Vivaldi, yang justru mempertahankan dan terus mengembangkan fitur-fitur diferensiasi mereka meski sama-sama berjalan di atas mesin Chromium.
Microsoft tampaknya memilih jalur berlawanan: mendekatkan Edge ke standar Chromium generik, mengintegrasikannya dengan ekosistem Copilot, dan secara bertahap mengubah halaman tab baru Edge untuk membuka Copilot sebagai bagian dari eksperimen yang masih berjalan.
FAQ
Q: Apa perubahan desain utama yang hadir di Microsoft Edge pada 2026?
A: Microsoft Edge mengadopsi sudut membulat yang lebih lembut dan penuh mengikuti gaya visual Copilot, serta memperkenalkan tombol pengaktifan bergaya iOS di halaman pengaturan, termasuk di bagian perlindungan pelacakan.
Q: Mengapa desain Edge semakin mirip Copilot?

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.






