Sebagai negara yang dibangun di atas prinsip bahwa Partai Komunis China (PKT) “memimpin segalanya”, Beijing mempertahankan kontrol ketat atas pengadilan, sistem keuangan, media, universitas, hingga perusahaan swasta. Struktur ini memungkinkan mobilisasi sumber daya secara cepat dan terpusat, sehingga mampu melahirkan proyek spektakuler seperti DeepSeek. Namun, sejarah menunjukkan bahwa revolusi industri tidak ditentukan oleh satu atau dua terobosan, melainkan oleh rantai inovasi berkelanjutan dalam teknologi, bisnis, dan institusi.
Pengalaman Uni Soviet menjadi pengingat keras. Meski unggul dalam proyek simbolik seperti Sputnik, blok Soviet gagal mengikuti revolusi industri ketiga—dan kegagalan tersebut berkontribusi langsung pada runtuhnya sistemnya.
Tiga Pilar AI: Komputasi, Algoritma, dan Data
Untuk memahami posisi China dalam perlombaan AI, para analis sepakat bahwa kita harus melihat fondasi teknologinya. Kemajuan AI modern bertumpu pada tiga pilar utama: daya komputasi, algoritma, dan data.
Dari ketiganya, komputasi—khususnya akses terhadap chip canggih—adalah faktor paling krusial. Di titik inilah jurang antara China dan Amerika Serikat tampak jelas. Secara global, AS menguasai sekitar 75 persen daya komputasi AI, sementara China hanya sekitar 15 persen. Kesenjangan ini terus melebar akibat pembatasan ekspor chip dan keterbatasan pendanaan di China.
Dominasi AS juga terlihat pada layanan cloud computing, yang menjadi infrastruktur dasar AI modern. Pada kuartal II 2025, Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Google Cloud menguasai sekitar 63 persen pasar global. Penyedia cloud asal China secara kolektif hanya meraih 8 persen, dengan Alibaba Cloud, Tencent Cloud, dan Huawei Cloud berbagi porsi kecil tersebut.
Algoritma dan Talenta: Kekuatan yang Terbatas oleh Sistem
Di sisi algoritma, pendekatan sumber terbuka memang membantu mempersempit kesenjangan. DeepSeek sempat dipersepsikan sebagai terobosan besar karena dianggap mampu melampaui scaling law—prinsip bahwa kinerja model AI berbanding lurus dengan data dan komputasi. Namun, pasar dengan cepat mengoreksi ekspektasi tersebut. Dampak DeepSeek terhadap valuasi Nvidia, misalnya, hanya berlangsung singkat, menandakan bahwa model-model terdepan AS tetap unggul dengan mengikuti hukum penskalaan.








Respon (2)