Kami akan menggunakan keahlian (Expertise) dalam teknologi mutakhir untuk membedah inovasi yang diusung oleh chip “Loon” dan strategi IBM dalam mengatasi tantangan terbesar komputasi kuantum: koreksi kesalahan kuantum.
I. Tantangan Abadi: Mengatasi Kesalahan Kuantum
Komputer kuantum diyakini memiliki potensi untuk memecahkan masalah yang membutuhkan waktu ribuan tahun bagi komputer klasik untuk menyelesaikannya. Namun, sifat fundamental mekanika kuantum yang tidak pasti, di mana elemen dasar chip kuantum (qubit) sangat rentan terhadap gangguan, menyebabkan tingkat kesalahan yang tinggi.
Inovasi Koreksi Kesalahan IBM
Mengatasi error ini adalah fokus utama, yang juga dikejar oleh raksasa teknologi lain seperti Google dan Amazon. Pada tahun 2021, IBM memperkenalkan pendekatan hybrid baru untuk koreksi kesalahan kuantum:
- Mengadaptasi algoritma yang awalnya digunakan untuk meningkatkan sinyal ponsel.
- Menerapkannya pada sistem yang memadukan chip kuantum dan chip komputasi klasik.
Chip Loon: Mewujudkan Koreksi Kesalahan Fisik
Menurut Mark Horvath, Wakil Presiden dan Analis di firma riset Gartner, implementasi ini menantang. Desain chip IBM menjadi lebih kompleks karena harus memuat tidak hanya qubit dasar, tetapi juga koneksi kuantum baru antar qubit yang mendukung algoritma koreksi kesalahan tersebut.







