Pada tahap berikutnya, teknologi ini ditargetkan meningkat hingga 800Gbps per fiber optik. Kecepatan tersebut sudah jauh melampaui banyak sistem konektivitas tradisional yang saat ini digunakan dalam pusat data.
Target Jangka Panjang: 3.2Tbps
Untuk jangka panjang, konsorsium OCI menargetkan kapasitas transmisi mencapai 3.2 terabit per detik (Tbps) per fiber. Angka tersebut mencerminkan ambisi besar industri teknologi dalam mempersiapkan infrastruktur AI generasi masa depan.
Peningkatan kapasitas ini diperlukan untuk mendukung sistem AI yang semakin kompleks, termasuk model bahasa besar yang membutuhkan komunikasi data sangat intensif antar prosesor.
Dukungan Berbagai Form Factor
Spesifikasi OCI juga dirancang untuk mendukung berbagai bentuk implementasi perangkat keras, termasuk teknologi pluggable optics, on-board optics, serta co-packaged optics (CPO).
Fleksibilitas ini memungkinkan perusahaan teknologi menyesuaikan desain sistem komputasi mereka sesuai kebutuhan performa dan efisiensi.
Pandangan Para Pemimpin Industri
Beberapa pemimpin industri teknologi turut memberikan pandangan mengenai pentingnya standar interkoneksi optik ini bagi masa depan AI.
Richard Ho, Head of Hardware di OpenAI, menyatakan bahwa teknologi OCI akan menjadi komponen penting dalam pembangunan sistem AI yang mampu berkembang menuju Artificial General Intelligence.
Menurutnya, infrastruktur komunikasi data yang cepat dan efisien merupakan fondasi utama dalam pengembangan sistem AI berskala sangat besar.
Sementara itu, Gilad Shainer dari NVIDIA menekankan pentingnya standar terbuka agar inovasi perangkat keras dapat berkembang tanpa hambatan kompatibilitas.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Brian Amick dari AMD yang menilai bahwa kebutuhan interkoneksi optik untuk sistem AI skala besar pada akhir dekade ini sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi industri.
Opini Penulis – Aaf Afiatna
Menurut penulis Aaf Afiatna, pembentukan konsorsium Optical Compute Interconnect menunjukkan bahwa masa depan teknologi kecerdasan buatan tidak hanya bergantung pada kecepatan prosesor, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk memindahkan data dengan efisien antar komponen komputasi.
Dalam era AI modern, bottleneck terbesar sering kali bukan lagi kemampuan chip dalam memproses data, melainkan bagaimana data tersebut dapat ditransfer dengan cepat dalam jaringan komputasi yang sangat besar.
Kolaborasi antara perusahaan-perusahaan besar seperti AMD, NVIDIA, Microsoft, Meta, Broadcom, dan OpenAI juga mencerminkan kesadaran industri bahwa tantangan teknologi masa depan tidak dapat diselesaikan secara individual.
Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.








