Konsorsium Optical Scale-up Jadi Langkah Besar Industri AI Global
Info Tekno> Konsorsium Optical Scale-up menjadi sorotan industri teknologi global setelah enam perusahaan besar—AMD, Broadcom, Meta, Microsoft, NVIDIA, dan OpenAI—mengumumkan kolaborasi strategis untuk membangun standar interkoneksi optik baru bagi pusat data kecerdasan buatan. Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis, 12 Maret 2026, melalui pembentukan organisasi standar bernama Optical Compute Interconnect (OCI) Multi-Source Agreement (MSA).
Kolaborasi yang melibatkan sejumlah perusahaan teknologi terbesar dunia ini bertujuan menciptakan spesifikasi terbuka untuk konektivitas optik di infrastruktur komputasi AI generasi berikutnya. Tujuan utamanya adalah mengatasi keterbatasan kabel tembaga tradisional yang selama puluhan tahun menjadi tulang punggung komunikasi data di pusat data global.
Dalam konteks perkembangan kecerdasan buatan, terutama sistem berbasis Large Language Models (LLM), kebutuhan akan bandwidth tinggi dan latensi rendah meningkat secara drastis. Hal tersebut mendorong para pemimpin industri untuk mencari solusi teknologi baru yang mampu mendukung skala komputasi yang jauh lebih besar di masa depan.
Pembentukan konsorsium ini juga menandai langkah langka di industri teknologi, karena perusahaan-perusahaan yang biasanya menjadi pesaing ketat justru memilih bekerja sama untuk menciptakan standar bersama. Dengan adanya standar terbuka tersebut, industri diharapkan mampu mempercepat inovasi perangkat keras AI sekaligus memperkuat ekosistem teknologi global.
Mengapa Kabel Tembaga Dinilai Tidak Lagi Memadai?
Batasan Fisik dan Konsumsi Energi
Selama beberapa dekade, kabel tembaga telah menjadi fondasi utama konektivitas dalam pusat data modern. Teknologi ini digunakan untuk menghubungkan berbagai komponen komputasi seperti server, switch jaringan, serta sistem penyimpanan data.
Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan komputasi AI skala besar, kabel tembaga mulai menghadapi keterbatasan yang sulit diatasi. Salah satu kendala utama adalah batasan fisik dalam mentransmisikan data berkecepatan sangat tinggi dalam jarak tertentu.
Selain itu, kabel tembaga juga memiliki konsumsi daya yang relatif tinggi dibandingkan teknologi komunikasi optik. Dalam sistem komputasi AI yang melibatkan ribuan hingga puluhan ribu unit prosesor, efisiensi energi menjadi faktor krusial dalam menentukan keberlanjutan operasional pusat data.
Keterbatasan tersebut semakin terasa ketika model AI berkembang menuju sistem yang lebih kompleks, termasuk upaya menuju Artificial General Intelligence (AGI), yaitu sistem kecerdasan buatan yang memiliki kemampuan kognitif setara atau bahkan melampaui manusia.
Solusi Interkoneksi Berbasis Cahaya
Melalui konsorsium Optical Compute Interconnect, para perusahaan teknologi berupaya menggantikan arsitektur konektivitas berbasis tembaga dengan sistem komunikasi berbasis cahaya atau optik.
Teknologi optik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kabel tembaga, termasuk kapasitas bandwidth yang jauh lebih besar, latensi lebih rendah, serta efisiensi energi yang lebih baik dalam jangka panjang.
Dengan teknologi ini, transfer data antar prosesor AI dalam klaster komputasi besar dapat dilakukan dengan lebih cepat dan stabil, sekaligus mengurangi hambatan jarak yang selama ini menjadi tantangan utama dalam infrastruktur pusat data skala besar.
Spesifikasi Teknologi OCI: Dari Modul ke Integrasi Silikon
Integrasi Optik Langsung ke Chip
Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan dalam spesifikasi OCI adalah pendekatan silicon-centric, yaitu integrasi langsung teknologi optik ke dalam chip komputasi dan jaringan.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.







