Jawabannya adalah PHP (Hypertext Preprocessor)! Buat orang awam, kode PHP mungkin enggak terlihat, tapi dialah otak di balik platform besar seperti WordPress dan Facebook. Artikel ini akan ngebahas (Expertise) asal usul kode PHP yang unik dan enggak terduga, serta bagaimana dia jadi fondasi teknologi canggih di era digital ini.
I. Awal Mula: Cuma Skrip Pribadi dan Nggak Sengaja Terkenal!
PHP punya kisah asal usul yang berbeda dari HTML atau JavaScript yang lahir dari project besar perusahaan. PHP justru lahir dari kebutuhan pribadi dan hobby!
Siapa Penemunya? Rasmus Lerdorf
- Tahun Kelahiran: PHP lahir pada tahun 1994.
- Tujuan Awal: Diciptakan oleh Rasmus Lerdorf, seorang developer di Kanada. Tujuannya super sederhana: Rasmus ingin bikin skrip CGI (Common Gateway Interface) untuk melacak pengunjung di website pribadinya (Experience). Skrip ini dia namakan PFS (Personal Home Page/Forms Interpreter).
- Open Source Awal: Rasmus kemudian merilis kode skrip-skripnya secara gratis dan terbuka (open source) ke publik pada tahun 1995, sehingga developer lain bisa pakai dan ngembangin sendiri. Nggak disangka, banyak developer yang suka dan ikut nambahin fitur!
Dari situlah, PFS yang sederhana ini berkembang pesat. Nama resminya pun diubah menjadi PHP/FI dan akhirnya menjadi PHP (Hypertext Preprocessor) yang kita kenal sekarang.
II. Cara Kerja Sederhana PHP: Si Tukang Masak Data
Buat orang awam, cara kerja PHP itu kayak seorang tukang masak di dapur website:
- Browser Meminta Halaman: Kamu klik link di website yang dibuat dengan PHP (misalnya, klik tombol “Login”).
- Server Ngurusin: Permintaan itu masuk ke server (back-end). Server tahu bahwa halaman itu bukan cuma HTML biasa, melainkan ada kode PHP di dalamnya.
- PHP Bekerja: Mesin PHP di server mulai mengeksekusi kode PHP yang ada. Kode ini bisa ngobrol dengan database (untuk mengecek username dan password-mu), ngitung sesuatu, atau ngambil data terbaru.
- PHP Hasilkan HTML: Setelah selesai diproses, kode PHP itu menghilang. Yang tersisa hanya kode HTML murni.
- Dikirim ke Browser: Kode HTML hasil proses PHP itu kemudian dikirim kembali ke browser-mu untuk ditampilkan.
Hasilnya? Kamu bisa login atau melihat feed media sosial yang isinya selalu update, tanpa ribet! PHP membuat website menjadi dinamis dan fungsional.
III. Bukti Kepercayaan: Basis Platform Raksasa
Meskipun lahir dari skrip pribadi yang sederhana, PHP membuktikan kepercayaan dan skalabilitasnya dengan menjadi fondasi teknologi canggih di era digital ini:
- WordPress: Platform Content Management System (CMS) paling populer di dunia, yang dipakai oleh puluhan juta website, dibuat dengan PHP.
- Facebook: Hingga hari ini, Facebook (Meta) masih menggunakan kode PHP sebagai inti utama platform mereka, meski sudah dimodifikasi menjadi lebih cepat (Hack).
Fakta bahwa platform sekelas WordPress dan Facebook menggunakan PHP adalah bukti Authoritativeness dan ketangguhan bahasa ini.
IV. PHP di Era Digitalisasi Sekarang
PHP terus berkembang dan menjadi jauh lebih cepat serta aman dari versi pertamanya. Versi-versi terbaru PHP (seperti PHP 8) udah sangat dioptimalkan untuk performa tinggi, membuatnya tetap relevan di tengah persaingan bahasa back-end lain.







