Samsung, di sisi lain, tetap mencatat pertumbuhan positif meski tidak setinggi rival utamanya. Diversifikasi produk dari kelas entry-level hingga flagship membantu Samsung menjaga volume pengiriman, namun tekanan dari merek China kian terasa.
Honor muncul sebagai kuda hitam pasar smartphone global
HP China dengan pertumbuhan tercepat
Terlepas dari perbedaan data dua lembaga riset tersebut, laporan Omdia menyoroti satu fakta penting: Honor masuk dalam daftar 10 besar produsen HP dunia dengan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025. Meski pangsa pasarnya masih relatif kecil, yakni 6%, Honor mencatat pertumbuhan 11% YoY, tertinggi di antara seluruh merek besar global.
Capaian ini menempatkan Honor di atas Apple, Samsung, dan bahkan sejumlah merek China yang lebih mapan. Bagi industri, lonjakan ini menjadi sinyal bahwa konsumen mulai melirik alternatif baru yang menawarkan kombinasi harga kompetitif, inovasi teknologi, dan positioning merek yang lebih agresif.
Melampaui Huawei dan Realme
Pangsa pasar Honor bahkan melampaui Huawei yang hanya mencatat 4% market share dengan pertumbuhan 2% YoY. Lenovo berada di angka 5% dengan pertumbuhan 6% YoY, sementara Realme justru mengalami penurunan tajam dengan pangsa pasar 3% dan pertumbuhan minus 13% YoY.
Sementara itu, Xiaomi yang berada di posisi ketiga global dengan 13% pangsa pasar, justru mencatat pertumbuhan negatif -2% YoY, menandakan tekanan besar di segmen menengah dan entry-level.
Persaingan merek China makin ketat
vivo, Oppo, dan Transsion hadapi tantangan
Di bawah Xiaomi, terdapat vivo, Oppo, dan Transsion Group (Infinix, Itel, Tecno) yang masing-masing menguasai 8% market share global. Namun, performa ketiganya berbeda-beda.
- vivo masih mencatat pertumbuhan positif 4% YoY
- Oppo mengalami penurunan -3% YoY
- Transsion mengalami tekanan paling besar dengan pertumbuhan -8% YoY
Data ini menunjukkan bahwa tidak semua HP China berada dalam kondisi yang sama. Hanya merek dengan diferensiasi kuat dan strategi pasar yang tepat yang mampu bertahan dan tumbuh di tengah ketatnya kompetisi.
2026 diprediksi menjadi tahun berat bagi industri smartphone
Krisis rantai pasok jadi ancaman utama
Para analis Omdia memperkirakan 2026 akan menjadi tahun penuh tekanan bagi industri HP global. Faktor utama datang dari krisis rantai pasok komponen penting seperti DRAM, NAND, dan semikonduktor. Kelangkaan yang mulai terasa sejak akhir 2025 diperkirakan berlanjut hingga sepanjang 2026.







