Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

GPT-6 Cyber, Model AI OpenAI untuk Riset Celah Keamanan Siber

4 menit baca
Ukuran teks 100%
Daftar isi

OpenAI memperkuat pengamanan model ini agar tidak bertindak di luar lingkup pengujian dari pengguna. Tanpa tambahan instruksi keselamatan, model menghindari layanan di luar target dalam 99,93 persen kasus pada evaluasi ExploitGym Honeypot.

Dengan instruksi keselamatan, angkanya menjadi 100 persen.

OpenAI juga memasang pemantauan untuk mendeteksi aktivitas yang melampaui izin pengguna, perlindungan terhadap pencurian kredensial, dan pembatasan akses API ke alamat IP yang sudah mendapat persetujuan.

Perhatian khusus OpenAI juga tertuju pada infrastruktur penting, yakni sistem kendali industri, instalasi pengolahan air, dan pembangkit listrik.

Untuk itu, OpenAI menggandeng Dragos, penyedia layanan keamanan siber bagi teknologi operasional (OT), untuk menguji kemampuan dan pengamanan model di laboratorium terkendali.

Tahapannya mencakup mengenali perangkat di jaringan, memetakan aset, lalu menguji apakah model bisa mengakses data sensitif atau melakukan tindakan yang membahayakan perangkat industri.

OpenAI mengatakan memakai masukan Dragos untuk menyempurnakan sistem pengamanannya, supaya model ini membantu tim keamanan menguji sistem secara resmi, bukan menyerang sistem secara ilegal.

OpenAI juga menyiapkan Daybreak for Frontline Defenders, program hibah senilai 1 miliar dolar AS. Program itu menyasar tim pertahanan siber dengan sumber daya terbatas agar bisa memakai teknologi keamanan siber OpenAI.

FAQ

Q: Apa itu GPT-6 Cyber?
A: GPT-6 Cyber adalah model AI buatan OpenAI yang dirancang untuk keperluan keamanan siber. Menurut OpenAI, model ini mampu menemukan celah keamanan software, menulis kode eksploit untuk menguji kerentanan, dan membantu menyiapkan patch, sehingga mendukung pekerjaan peneliti keamanan, termasuk pengujian penetrasi dan riset kerentanan.

Q: Siapa yang bisa memakai GPT-6 Cyber?
A: Untuk sementara, GPT-6 Cyber hanya tersedia bagi pelanggan yang sudah disetujui lewat program Daybreak Red, dan tidak dibuka bebas untuk semua pengguna. Akses diberikan melalui API dan Codex, dengan rencana perluasan bertahap ke seluruh pelanggan Daybreak Red, program OpenAI untuk pihak terverifikasi yang membutuhkan riset keamanan siber tingkat lanjut.

Q: Seberapa jauh kemampuan GPT-6 Cyber dibanding pendahulunya?
A: Pada pengujian ExploitGym, GPT-6 Cyber mencetak 48,5 persen, naik dari 32,1 persen milik GPT-5.6 Cyber. ExploitGym mengukur kemampuan mengeksploitasi kerentanan tertentu di target jarak jauh. Dalam RemoteExploitBench, buatan OpenAI sendiri, model ini menyelesaikan 95 persen tugas, sedangkan GPT-6 Astra menolak seluruh tugas.

Q: Apa pengamanan yang dipasang OpenAI pada GPT-6 Cyber?
A: OpenAI membatasi akses, memantau aktivitas yang melampaui izin pengguna, melindungi dari pencurian kredensial, dan membatasi akses API ke alamat IP yang sudah disetujui. Pada evaluasi ExploitGym Honeypot, model menghindari layanan di luar target dalam 99,93 persen kasus tanpa instruksi keselamatan tambahan, dan 100 persen dengan instruksi tersebut.

Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati dan PT Arsyila Bintang Fortuna. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

Sumber: https://infotekno.net/gpt-6-cyber-openai-celah-keamanan/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *