INFO TEKNO> GoTo merilis model kecerdasan buatan (AI) berukuran 27 miliar parameter yang memahami bahasa Indonesia serta bahasa daerah, termasuk Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Model itu tersedia gratis.
Startup, perusahaan, universitas, peneliti, hingga institusi publik dapat memakai model tersebut tanpa biaya. Mereka juga dapat mengembangkannya menjadi layanan AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Lima kelompok pengguna itu bisa menyesuaikan model sesuai kebutuhan sektor masing-masing. Sasaran penggunaannya luas, dari riset kampus hingga layanan publik.
GoTo membangun model bahasa besar atau large language model (LLM) ini dengan arsitektur Gemma 3. Dokumentasi di Hugging Face menyebut model ini mendukung enam bahasa.
LLM merupakan model AI yang belajar memahami dan menghasilkan teks bahasa manusia dari data pelatihan.
Keenam bahasa itu adalah Inggris, Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Batak Toba. Empat di antaranya bahasa daerah.
Dokumentasi mencantumkan Batak Toba, sedangkan pernyataan awal GoTo menyebut Batak secara umum.
CEO Grup GoTo Hans Patuwo menilai Indonesia perlu mengembangkan teknologi AI sendiri. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya bergantung pada produk buatan luar negeri.
“Indonesia telah memanfaatkan teknologi AI global dengan baik. Namun, kita juga harus membangun AI sendiri untuk menyelesaikan persoalan yang khas bagi kita,” ujar Hans dalam keterangan resmi GoTo.
Menurut Hans, AI buatan untuk kebutuhan global belum tentu memahami bahasa dan kebiasaan masyarakat Indonesia secara optimal. Hal itu terutama berlaku pada penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, GoTo ingin menyediakan fondasi AI yang lebih memahami konteks lokal. Perusahaan juga membuka kesempatan bagi pengembang Indonesia untuk menciptakan berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan.
GoTo melatih model AI ini menggunakan teks berbahasa Indonesia dari sejumlah mitra media dan situs web sektor publik.
GoTo menggandeng Universitas Sumatera Utara (USU) untuk mengumpulkan data bahasa Batak. Data itu mencerminkan penggunaan bahasa tersebut saat ini.
Dengan begitu, data bahasa Indonesia berasal dari mitra media dan situs web sektor publik. Data bahasa Batak berasal dari kerja sama dengan USU.
Secara teknis, model ini memiliki kapasitas konteks hingga 128.000 token. Kapasitas itu memungkinkan AI memproses dokumen panjang atau percakapan dengan banyak informasi dalam satu permintaan.
Dengan 27 miliar parameter, model tersebut masuk kategori menengah. Parameter adalah nilai yang AI pelajari selama pelatihan untuk mengenali pola dan menghasilkan respons.
Model ini memiliki 27 miliar parameter, atau 27.000.000.000 nilai yang dipelajari selama pelatihan.
Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Sumber: https://infotekno.net/goto-llm-gratis-gemma-3-bahasa-daerah-jawa-sunda-bali-batak/