Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Googlebook: Platform Laptop Berbasis Android+ChromeOS+Gemini Siap Tantang Windows

2 menit baca

Google Umumkan “Googlebook”: Laptop AI Berbasis Android yang Tantang Dominasi Windows dan macOS

INFO TEKNO> Google secara resmi mengumumkan kategori laptop baru bernama Googlebook dalam episode The Android Show pada 12 Mei 2026 — sebuah platform yang memadukan Android, ChromeOS, dan AI Gemini dalam sistem operasi terpadu yang Google sebut “Smart System.”

Perangkat ini dijadwalkan hadir pada musim gugur 2026 dan disebut Google sebagai “dibuat dengan keahlian dan material premium,” menandai pergeseran besar dari posisi Chromebook sebagai laptop murah menuju segmen premium AI-first.

Apa Itu Googlebook?

Googlebook adalah platform laptop generasi baru Google yang dibangun di atas perpaduan Android dan ChromeOS, dengan integrasi AI Gemini jauh lebih dalam dibanding perangkat Google sebelumnya.

Berbeda dari Chromebook yang menambahkan fitur Gemini sebagai lapisan tambahan, Googlebook dirancang dari dasar sebagai sistem operasi yang mengutamakan kecerdasan buatan. Google menyebutnya Gemini Intelligence — AI yang tidak sekadar berfungsi sebagai chatbot, tetapi menjadi inti dari cara kerja seluruh sistem operasi.

Secara teknis, ini bukan sekadar Chromebook dengan pembaruan besar. Platform ini merepresentasikan konvergensi tiga ekosistem: ekosistem cloud Chrome, ekosistem aplikasi Android, dan ekosistem AI Gemini — yang selama ini berjalan terpisah.

Fitur Utama Googlebook: Dari Magic Pointer hingga Glowbar

Magic Pointer — Kursor Berbasis AI dari Google DeepMind

Inovasi antarmuka paling menonjol dari Googlebook adalah Magic Pointer, yang dikembangkan bersama Google DeepMind.

Fitur ini mengubah kursor laptop menjadi agen kontekstual berbasis AI. Dengan gerakan “menggerakkan” sederhana di atas teks, gambar, atau elemen di layar, Gemini akan memunculkan tindakan relevan secara kontekstual — mulai dari mengenali tanggal dalam email hingga mengambil gambar ruang tamu untuk mensimulasikan penempatan furnitur baru.

Google menyebut DeepMind secara eksplisit dalam pengumuman ini, sinyal bahwa riset AI paling canggih mereka telah masuk langsung ke dalam lapisan antarmuka laptop — bukan sekadar integrasi perangkat lunak biasa.

Ini merupakan tantangan langsung terhadap kemampuan PC Copilot+ milik Microsoft dan ChatGPT, sekaligus menggabungkan elemen seperti menu kontekstual Force Touch milik Apple.

Integrasi Android yang Lebih Dalam dari Sekadar Emulasi

Selama ini, Android di ChromeOS berjalan melalui emulasi terbatas. Googlebook mengubah itu secara fundamental.

Pengguna dapat menjalankan aplikasi ponsel Android di laptop tanpa perlu mengunduhnya terlebih dahulu. File browser Googlebook tidak hanya menjangkau penyimpanan lokal atau Google Drive — ia juga melihat langsung ke ponsel

· · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *