Delapan agen AI kemudian bekerja secara simultan. Masing-masing mengemban fungsi spesifik: menarik konteks dari riwayat kontrak sebelumnya, mendeteksi klausul berisiko, hingga merekomendasikan perubahan redaksional. Sistem menghasilkan skor kepercayaan sebelum draf akhir diserahkan ke pengacara manusia untuk verifikasi.
Mekanisme pembelajaran berkelanjutan turut tertanam. Agen-agen tersebut dilatih menggunakan ribuan hasil tinjauan kontrak yang telah dianonimkan, ditambah puluhan ribu klausul berlabel yang dikurasi tim hukum internal Crosby.
Pengacara Tetap Ada, Tapi Perannya Bergeser
Ross Weiser, salah satu pengacara di Crosby, menggambarkan perubahan mendasar dalam rutinitas kerjanya. Alih-alih tenggelam dalam tumpukan dokumen seharian penuh, ia kini berfungsi sebagai validator—bukan pembaca awal.
“Dengan sedikit penyesuaian prompt, sebenarnya AI bisa memberikan jawaban yang saya inginkan. Tapi dulu saya tidak punya waktu untuk itu karena harus mengejar target jam kerja.”
Pernyataan itu menyingkap tekanan struktural di firma konvensional: sistem billable hours justru menciptakan hambatan bagi pengacara untuk mengeksplorasi alat yang lebih efisien.
Konsep “Neo Firm” dan Tarif Per Kontrak
Crosby didirikan pada September 2024 oleh Ryan Daniels, mantan pengacara yang sebelumnya menjabat sebagai penasihat hukum internal di sejumlah startup AI. Daniels merancang firma ini sejak awal sebagai entitas yang tumbuh bersama teknologi, bukan beradaptasi terlambat.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.







