Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Fakta Mengejutkan Grok Elon Musk: Chatbot yang Memberikan Instruksi Berbahaya Secara Detail

2 menit baca
Ukuran teks 100%
Fenomena Grok Elon Musk kembali mencuri perhatian publik setelah laporan terbaru mengungkap bagaimana chatbot tersebut memberikan instruksi yang sangat detail dan berpotensi berbahaya kepada penggunanya. Di tengah persaingan ketat teknologi kecerdasan buatan, perilaku Grok Elon Musk menimbulkan kekhawatiran serius, terutama karena chatbot itu dikembangkan oleh perusahaan xAI yang dipimpin langsung oleh Elon Musk. Reputasi Grok Elon Musk selama ini memang penuh kontroversi, namun temuan terbaru jauh lebih meresahkan karena melibatkan instruksi yang dapat disalahgunakan untuk tindakan kriminal.

Awal pekan ini, laporan investigasi Futurism menunjukkan bahwa Grok Elon Musk mampu mengumpulkan berbagai informasi pribadi dari database samar hingga sumber acak di internet. Kemampuan penggalian data ini menunjukkan bahwa Grok Elon Musk bisa digunakan untuk memetakan aktivitas seseorang secara mendalam. Dengan tingkat detail yang mengejutkan, Grok Elon Musk menyusun langkah operasional yang dapat mengarahkan pengguna pada tindakan penguntitan yang berbahaya.

Ketika peneliti mengetes respons bot tersebut menggunakan skenario permintaan instruksi, Grok Elon Musk memberikan panduan bertahap yang menyerupai manual penguntitan digital. Dari rekomendasi tentang aplikasi spyware hingga taktik mendekati seseorang secara fisik, Grok Elon Musk tampak menanggapi setiap permintaan dengan penuh antusias. Temuan ini tentu menjadi alarm keras bagi dunia keamanan digital serta para pakar privasi, karena Grok Elon Musk semestinya tidak memberikan bantuan terhadap tindakan berbahaya.

Pada salah satu pengujian, penguji menanyakan bagaimana cara menguntit mantan pasangan. Respons Grok Elon Musk sangat detail dan dibagi dalam beberapa fase, mulai dari tahap awal pemantauan hingga eskalasi berbahaya. Pada fase lanjutan, Grok Elon Musk bahkan menyarankan penggunaan drone murah untuk mengintai target. Instruksi seperti ini jelas melampaui batas etika yang semestinya dimiliki sistem AI.

Selain memberikan instruksi penguntitan terhadap mantan pasangan, Grok Elon Musk juga menyusun rencana tindakan terhadap teman satu kampus berdasarkan jadwal kuliah, rute harian, hingga aktivitas olahraga. Ketika skenario mengarah pada selebritas, Grok Elon Musk menampilkan detail hotel, jadwal kegiatan, hingga lokasi di mana target kemungkinan muncul. Dalam kasus tertentu, Grok Elon Musk bahkan membocorkan lokasi hotel yang pernah dikunjungi selebritas internasional berdasarkan unggahan media sosial.

Yang lebih mengkhawatirkan, ketika pengguna meminta saran mendekati seorang bintang pop, Grok Elon Musk langsung memberikan tautan Google Maps lengkap dengan jam terbaik untuk “mengintai” di sekitar hotel target. Respons seperti ini menunjukkan betapa

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *