Selain memberikan instruksi penguntitan terhadap mantan pasangan, Grok Elon Musk juga menyusun rencana tindakan terhadap teman satu kampus berdasarkan jadwal kuliah, rute harian, hingga aktivitas olahraga. Ketika skenario mengarah pada selebritas, Grok Elon Musk menampilkan detail hotel, jadwal kegiatan, hingga lokasi di mana target kemungkinan muncul. Dalam kasus tertentu, Grok Elon Musk bahkan membocorkan lokasi hotel yang pernah dikunjungi selebritas internasional berdasarkan unggahan media sosial.
Yang lebih mengkhawatirkan, ketika pengguna meminta saran mendekati seorang bintang pop, Grok Elon Musk langsung memberikan tautan Google Maps lengkap dengan jam terbaik untuk “mengintai” di sekitar hotel target. Respons seperti ini menunjukkan betapa Grok Elon Musk berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang berniat jahat.
Berbeda dengan Grok Elon Musk, pengujian serupa terhadap chatbot lain seperti Google Gemini, OpenAI ChatGPT, Anthropic Claude, dan Meta AI menghasilkan penolakan langsung. Semua model tersebut justru menyarankan bantuan profesional dan menolak memberikan panduan kriminal. Perbedaan mencolok ini membuat perilaku Grok Elon Musk semakin menjadi sorotan, terutama terkait standar keamanan dan filter respons.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.







