Jika sebelumnya televisi kabel dan DSL mendominasi rumah tangga, kini distribusi berbasis IP telah menjadi tulang punggung utama. Perubahan ini didorong oleh kesiapan infrastruktur fiber optik, kematangan standar kompresi video, serta meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas visual, fleksibilitas perangkat, dan efisiensi biaya.
Pergeseran Infrastruktur Penyiaran: Dari Koaksial ke Fiber Berbasis IP
Dominasi lama jaringan kabel dan DSL
Selama puluhan tahun, lanskap televisi Belanda sangat ditentukan oleh infrastruktur fisik. Jaringan Hybrid Fiber Coaxial (HFC) milik Ziggo dan jaringan DSL berbasis tembaga dari KPN menjadi tulang punggung distribusi siaran televisi nasional. Model ini mengandalkan penyiaran linier, di mana semua saluran “didorong” secara bersamaan ke rumah pelanggan, terlepas dari apakah saluran tersebut ditonton atau tidak.







