LG masih mengandalkan kekuatan di segmen TV premium, khususnya OLED, yang memiliki basis penggemar loyal di pasar-pasar maju. Namun, persaingan harga dengan merek-merek China tetap menjadi tantangan besar bagi perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
Walmart Muncul sebagai Pemain Kunci di Amerika Utara
Lima besar pasar TV global ditutup oleh Walmart dengan pangsa pasar sekitar 5 persen, tumbuh 2 persen YoY. Momentum Walmart tidak lepas dari langkah strategisnya mengakuisisi Vizio senilai USD 2,3 miliar, atau sekitar Rp 36–37 triliun.
Akuisisi yang rampung pada Desember 2024 tersebut memperkuat posisi Walmart sebagai salah satu pemain utama di pasar TV Amerika Utara. Dengan jaringan ritel yang sangat luas dan merek Vizio yang sudah dikenal konsumen, Walmart kini menjadi pesaing serius bagi Samsung di kawasan tersebut.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa persaingan di industri TV tidak hanya datang dari produsen elektronik tradisional, tetapi juga dari raksasa ritel yang melihat peluang besar di segmen perangkat hiburan rumah.
Arah Persaingan Pasar TV Global ke Depan
Melihat perkembangan terbaru, persaingan di pasar TV global diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan. Samsung masih memiliki keunggulan sebagai pemimpin pasar, namun tekanan dari TCL dan merek-merek China lainnya terus meningkat.
Keberhasilan TCL menunjukkan bahwa kombinasi antara harga kompetitif, inovasi teknologi, dan ekspansi ke pasar berkembang dapat menjadi formula efektif untuk mengejar dominasi pemain lama. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin posisi puncak pasar TV global akan mengalami pergantian dalam waktu dekat.
Bagi konsumen, persaingan yang semakin sengit ini justru membawa dampak positif, karena mendorong produsen untuk terus menghadirkan produk dengan teknologi lebih canggih dan harga yang semakin kompetitif.







