Keberhasilan TCL juga menunjukkan bahwa konsumen global semakin terbuka terhadap merek-merek non-tradisional, selama produk yang ditawarkan mampu memberikan nilai lebih dari sisi fitur dan harga.
Pasar Berkembang Jadi Mesin Pertumbuhan TCL
Counterpoint Research mencatat bahwa sebagian besar pertumbuhan TCL datang dari pasar-pasar berkembang, seperti Eropa Timur, Timur Tengah, dan Afrika. Di wilayah-wilayah ini, sensitivitas harga masih menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian TV.
TCL memanfaatkan kondisi tersebut dengan menghadirkan produk berteknologi tinggi namun tetap terjangkau. Pendekatan ini membuat TCL semakin kompetitif, bahkan mampu menekan dominasi merek-merek mapan seperti Samsung dan LG di sejumlah negara.
Strategi ekspansi ke pasar berkembang juga memberikan TCL ruang pertumbuhan yang lebih luas, dibandingkan pasar matang seperti Amerika Utara atau Eropa Barat yang tingkat penetrasi TV-nya sudah sangat tinggi.
Peran Strategis Kerja Sama TCL dan Sony
Salah satu faktor penting yang berpotensi semakin memperkuat posisi TCL ke depan adalah kerja sama strategis dengan Sony. Pada awal 2026, Sony menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) di sektor home entertainment bersama TCL.
Dalam kesepakatan tersebut, TCL akan memegang 51 persen saham, sementara Sony memiliki 49 persen. Perusahaan patungan ini ditargetkan mulai beroperasi pada April 2027. Meski produk TV tetap dipasarkan dengan merek Sony dan Bravia, Counterpoint Research menghitung pengapalan berdasarkan kepemilikan merek, yang berarti volume tersebut akan dikreditkan ke TCL.
Langkah ini dinilai strategis bagi kedua belah pihak. Sony dapat lebih fokus pada pengembangan teknologi dan konten, sementara TCL memperoleh akses ke keahlian teknis dan reputasi Sony di segmen premium. Bagi TCL, kerja sama ini berpotensi menjadi katalis penting untuk menyalip Samsung dalam jangka menengah.
Hisense dan LG Menghadapi Tantangan Berbeda
Di posisi ketiga, Hisense mencatatkan pangsa pasar global sebesar 10 persen, turun sekitar 2 persen YoY. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya pasar domestik China, yang selama ini menjadi basis utama pertumbuhan Hisense. Pengapalan Hisense di China bahkan dilaporkan anjlok hingga 24 persen secara tahunan.
Sementara itu, LG berada di posisi keempat dengan pangsa pasar 9 persen, naik tipis sekitar 1 persen YoY. Kinerja LG relatif terbantu oleh pertumbuhan di kawasan Amerika Utara dan Amerika Latin, yang masing-masing mencatatkan kenaikan pengapalan sebesar 8 persen dan 29 persen.







