Dominasi Apple dan Samsung Menguat, Pasar Smartphone Global Bersiap Hadapi Lonjakan Harga 2026

Pasar smartphone global menunjukkan pertumbuhan positif, namun dominasi Apple dan Samsung serta krisis komponen memicu kekhawatiran kenaikan harga ponsel pada 2026.

Pasar smartphone global kembali mencatatkan sinyal pemulihan setelah sempat diliputi kekhawatiran akibat ketidakpastian ekonomi
Pasar smartphone global kembali mencatatkan sinyal pemulihan setelah sempat diliputi kekhawatiran akibat ketidakpastian ekonomi
70 / 100 SEO Score

Avi Greengart, Presiden dan analis utama Techsponential, menilai produsen cenderung menunda atau menyamarkan kenaikan harga, seperti yang dilakukan saat menghadapi kenaikan tarif pada tahun sebelumnya.

Penyesuaian Spesifikasi Jadi Opsi

Salah satu strategi yang diperkirakan akan kembali digunakan adalah penyesuaian spesifikasi. Greengart menyebut konsumen mungkin akan melihat ponsel model dasar dengan kapasitas penyimpanan yang lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya, sementara opsi penyimpanan besar dijual dengan harga lebih tinggi.

Selain itu, produsen juga dapat memilih untuk tetap menggunakan teknologi layar atau komponen dari generasi sebelumnya yang masih dianggap mumpuni. Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya tanpa menurunkan kualitas secara drastis di mata konsumen.

Baca Juga  Mengupas 8 Peralatan Teknologi Komunikasi yang Tetap Relevan

Segmen Super Premium Lebih Fleksibel Hadapi Kenaikan Harga

Pada segmen super premium, seperti ponsel lipat dengan harga yang bisa menembus Rp 31 juta atau sekitar US$ 2.000, produsen dinilai memiliki ruang gerak lebih luas. Konsumen di segmen ini cenderung tidak terlalu sensitif terhadap harga dan lebih fokus pada inovasi serta eksklusivitas.

Greengart menilai produsen bisa memilih antara menurunkan margin keuntungan atau membebankan kenaikan biaya langsung ke konsumen. Dalam banyak kasus, konsumen segmen ini relatif menerima harga tinggi selama produk menawarkan nilai inovasi yang jelas.

Tekanan Terbesar Justru di Ponsel Kelas Menengah dan Entry-Level

Ironisnya, dampak kenaikan biaya produksi justru diperkirakan paling terasa di segmen ponsel kelas menengah dan entry-level. Segmen ini selama ini memiliki margin keuntungan yang sangat tipis, sehingga ruang untuk menyerap kenaikan biaya hampir tidak ada.

Baca Juga  Motorola Edge 70 Ungkap Kejutan Besar: Spesifikasi Premium yang Bikin Pesaing Cemas

Jika produsen menaikkan harga terlalu tinggi, risiko penurunan permintaan menjadi sangat besar. Namun jika harga dipertahankan, keuntungan perusahaan bisa tergerus. Dilema ini membuat segmen menengah menjadi titik paling rentan dalam dinamika pasar smartphone 2026.

MWC 2026 Jadi Penentu Arah Harga Smartphone

Hingga saat ini, masih terlalu dini untuk memastikan seberapa besar kenaikan harga smartphone pada 2026. Baru sedikit perangkat yang diumumkan secara resmi, dan sebagian besar produsen masih menunggu momentum yang tepat.

Setelah ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 berlalu, perhatian industri kini tertuju pada Mobile World Congress (MWC) 2026 yang akan digelar pada akhir Februari. Pameran tersebut diperkirakan akan menjadi panggung utama bagi produsen untuk memperkenalkan strategi, inovasi, sekaligus kebijakan harga terbaru mereka.

Baca Juga  Evolusi Mobile: Dari Telepon Batu Bata ke Smart Device Tanpa Batas

Kesimpulan

Pasar smartphone global memang menunjukkan tanda-tanda pemulihan, namun tantangan besar telah menanti di depan mata. Dominasi Apple dan Samsung semakin kuat, sementara krisis komponen, khususnya memori RAM, berpotensi mendorong kenaikan harga di berbagai segmen.