Dominasi Apple dan Samsung Menguat, Pasar Smartphone Global Bersiap Hadapi Lonjakan Harga 2026

Pasar smartphone global menunjukkan pertumbuhan positif, namun dominasi Apple dan Samsung serta krisis komponen memicu kekhawatiran kenaikan harga ponsel pada 2026.

Pasar smartphone global kembali mencatatkan sinyal pemulihan setelah sempat diliputi kekhawatiran akibat ketidakpastian ekonomi
Pasar smartphone global kembali mencatatkan sinyal pemulihan setelah sempat diliputi kekhawatiran akibat ketidakpastian ekonomi
70 / 100 SEO Score

Pasar Smartphone Kembali Tumbuh di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Info Tekno> Pasar smartphone global kembali mencatatkan sinyal pemulihan setelah sempat diliputi kekhawatiran akibat ketidakpastian ekonomi, gangguan tarif, serta penurunan daya beli masyarakat di berbagai negara. Data terbaru menunjukkan bahwa industri ponsel pintar justru berhasil menutup tahun dengan pertumbuhan positif, sebuah capaian yang sebelumnya tidak banyak diprediksi oleh para analis.

Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis pada Senin, 19 Januari 2026, pengiriman smartphone global tumbuh sebesar 1,9 persen secara tahunan. Angka ini memang tidak tergolong besar, namun cukup signifikan jika melihat kondisi ekonomi dunia yang masih dibayangi inflasi, konflik geopolitik, serta fluktuasi nilai tukar mata uang. Pertumbuhan tersebut menandai bahwa minat konsumen terhadap perangkat komunikasi tetap terjaga, terutama pada segmen tertentu.

Baca Juga  Era Baru Apple: Ini Dia 5 Kandidat Kuat Pengganti Tim Cook!

Yang paling mencolok, pertumbuhan pasar ini justru ditopang oleh ponsel kelas premium dengan harga tinggi. Tren tersebut memperlihatkan adanya pergeseran perilaku konsumen yang semakin selektif, namun tetap bersedia membayar mahal untuk perangkat dengan nilai merek dan ekosistem yang kuat.

Apple dan Samsung Perkuat Cengkeraman di Pasar Smartphone Global

Dalam lanskap pasar smartphone global, dominasi Apple dan Samsung kian tak terbantahkan. Dua raksasa teknologi ini kembali mencatatkan kinerja impresif dengan tingkat pengiriman unit tertinggi sepanjang tahun lalu. Menurut data International Data Corporation (IDC), Apple dan Samsung secara kolektif menguasai sekitar 39 persen dari total smartphone yang terjual di dunia.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran 37 persen. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa konsumen semakin terkonsentrasi pada merek-merek besar yang dianggap mampu menawarkan kualitas, keamanan, serta dukungan perangkat lunak jangka panjang.

Baca Juga  Favorit Gen Z di 2025, Tiga iPhone Ini Paling Banyak Diminati Anak Muda

Segmen Premium Jadi Penopang Utama

IDC mencatat bahwa segmen ponsel premium dengan harga di atas Rp 12,5 juta atau setara US$ 800 menjadi motor utama pertumbuhan. Penjualan di segmen ini mencatat hasil yang jauh lebih kuat dibandingkan ponsel kelas menengah dan entry-level.

Apple, dengan lini iPhone terbarunya, serta Samsung melalui seri Galaxy S dan Galaxy Z, berhasil menarik minat konsumen yang mencari pengalaman premium. Faktor seperti kamera canggih, performa tinggi, serta integrasi ekosistem menjadi alasan utama konsumen bertahan di segmen harga atas.

Tantangan Baru Industri: Kelangkaan Komponen Vital

Meski pasar smartphone mencatat pertumbuhan positif, tantangan besar mulai membayangi industri pada 2026. Bukan lagi soal permintaan, melainkan masalah pasokan komponen penting yang semakin terbatas. Salah satu isu paling krusial adalah kelangkaan memori RAM yang mulai mengganggu rantai pasok global.

Baca Juga  Kelangkaan Chip Memori Dorong Kenaikan Harga Elektronik dan Arah Baru Pasar HP