Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Dolby Vision Disney+ Menghilang Mendadak, Pelanggan Eropa Dirugikan?

5 menit baca
Ukuran teks 100%

Sebaliknya, HDR10 hanya mengandalkan metadata statis yang diterapkan secara global pada seluruh film atau serial. Dampaknya, detail visual, terutama di adegan gelap atau sangat terang, menjadi kurang optimal. Inilah yang membuat absennya Dolby Vision terasa seperti “penurunan kelas” bagi layanan sekelas Disney+.

Dugaan Sengketa Paten Jadi Pemicu Utama

Putusan pengadilan Jerman terhadap Disney

Investigasi lebih lanjut dari FlatpanelsHD mengarah pada kemungkinan bahwa masalah ini bukan sekadar teknis, melainkan konsekuensi hukum. Sebuah perusahaan teknologi bernama InterDigital dilaporkan memenangkan putusan sela (injunction) terhadap Disney di pengadilan Jerman pada November 2025.

Putusan tersebut menyatakan bahwa Disney melanggar setidaknya satu paten milik InterDigital yang berkaitan dengan teknologi streaming video.

Paten terkait teknologi overlay video

Paten yang dipersoalkan mencakup metode untuk menumpuk (overlay) aliran video secara dinamis, termasuk penggabungan video utama dengan elemen lain seperti subtitle. Meskipun tidak secara eksplisit menyebut Dolby Vision, teknologi HDR canggih memang sangat bergantung pada pemrosesan metadata dan lapisan informasi tambahan.

Pengadilan memerintahkan Disney untuk menghentikan pelanggaran paten tersebut, yang diduga memaksa perusahaan melakukan penyesuaian besar pada sistem distribusi kontennya di wilayah Eropa, dimulai dari Jerman.

Mengapa Jerman jadi yang pertama terdampak

Jerman dikenal memiliki sistem hukum paten yang relatif cepat dalam mengeluarkan putusan sela. Hal ini menjelaskan mengapa pelanggan Disney+ di Jerman menjadi pihak pertama yang merasakan dampak pencabutan Dolby Vision, sebelum efeknya meluas ke negara-negara Eropa lainnya.

Dampak Bagi Konsumen dan Industri Streaming

Pengalaman menonton premium jadi korban

Bagi pelanggan yang menggunakan televisi OLED, QD-OLED, atau perangkat premium lain, absennya Dolby Vision secara langsung mengurangi nilai layanan Disney+. Banyak pengguna menganggap mereka tidak lagi mendapatkan apa yang dijanjikan saat berlangganan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius soal hak konsumen, transparansi layanan digital, serta kewajiban platform streaming dalam menjaga kualitas fitur yang telah menjadi bagian dari pemasaran mereka.

Potensi meluas ke Amerika Serikat

Kekhawatiran pelanggan semakin besar setelah laporan dari Engadget menyebut bahwa referensi Dolby Vision juga mulai dihapus dari halaman dukungan Disney+ versi Amerika Serikat. Padahal, hingga kini belum ada putusan sela dari pengadilan AS.

InterDigital sendiri diketahui tengah mengejar gugatan paten serupa terhadap Disney di Pengadilan Distrik Pusat California. Langkah Disney menghapus informasi Dolby Vision di AS dinilai sebagai upaya antisipatif jika sengketa hukum tersebut berujung pada putusan serupa.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *