Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Dari Metaverse ke AI: Meta Ubah Strategi Besar Setelah Investasi VR Tak Berbuah

2 menit baca

Dari Metaverse ke AI: Meta Ubah Strategi Besar Setelah Investasi VR Tak Berbuah

Info Tekno > Sekitar empat tahun setelah Mark Zuckerberg mengumumkan transformasi Facebook menjadi Meta dengan visi besar metaverse, arah strategi perusahaan teknologi raksasa ini kembali berubah drastis. Ambisi menjadikan dunia virtual sebagai masa depan internet kini meredup, digantikan oleh fokus baru yang jauh lebih pragmatis: kecerdasan buatan (AI).

Perubahan arah ini terlihat jelas dari langkah Meta memangkas ribuan karyawan di divisi Reality Labs, menutup sejumlah studio pengembang virtual reality (VR), serta mengalihkan investasi besar ke pengembangan teknologi AI. Langkah tersebut menegaskan bahwa proyek metaverse, setidaknya dalam bentuk awalnya, belum mampu memenuhi ekspektasi bisnis maupun adopsi pasar.

Reality Labs Dipangkas, Ribuan Pekerjaan Hilang

Meta dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.000 karyawan, yang mencakup sekitar 10 persen divisi hardware. Divisi ini selama ini bertanggung jawab mengembangkan perangkat VR seperti headset Quest dan platform dunia virtual Horizon Worlds.

Studio VR Ditutup dan Proyek Dihentikan

Sejumlah studio internal yang sebelumnya mengembangkan konten VR resmi ditutup, di antaranya Armature Studio, Twisted Pixel, Sanzaru, serta Oculus Studios Central Technology. Pemangkasan juga terjadi di studio lain seperti Ouro Interactive, yang baru dibentuk pada 2023 untuk memperkaya konten Horizon Worlds.

Salah satu sinyal paling kuat dari penurunan ambisi metaverse adalah keputusan Meta memindahkan aplikasi kebugaran VR Supernatural ke mode pemeliharaan. Aplikasi yang diakuisisi senilai USD 400 juta pada 2023 ini kini hanya dikelola tim inti kecil tanpa pengembangan konten baru.

Metaverse Tak Pernah Benar-Benar Menjadi Arus Utama

Secara strategis, kegagalan metaverse bukan semata soal teknologi, melainkan juga adopsi pengguna. Meski Meta menghabiskan dana besar untuk mengembangkan VR, platform seperti Horizon Worlds tidak pernah mampu menarik basis pengguna signifikan.

Sebagai perbandingan, Roblox mencatat lebih dari 150 juta pengguna aktif harian, sementara Horizon Worlds hanya mampu meraih ratusan ribu pengguna aktif bulanan. Ketimpangan ini membuat Meta mulai mengubah pendekatan, dengan mencoba meniru model dunia virtual yang lebih ringan dan berorientasi hiburan.

Horizon Worlds Beralih ke Arah Mobile

Meta bahkan mengarahkan Horizon Worlds untuk bertransformasi menjadi aplikasi seluler. Menurut analis CCS Insight, Ben Hatton, langkah ini masuk akal mengingat stagnasi penjualan headset VR dan dominasi mobile gaming dalam lima tahun terakhir.

Pendekatan ini menunjukkan

· · · · · · · · · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Komentar

  1. […] Keputusan Meta Platforms Inc. untuk mengurangi ambisi metaverse dan memusatkan perhatian pada kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mencerminkan pertimbangan bisnis internal, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan besar dalam kebijakan teknologi global. Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah menjadi fokus utama pemerintah dan regulator di berbagai negara, mendorong perusahaan teknologi global untuk menyesuaikan strategi mereka. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *