Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Reaktor Fusi BEST di Hefei Rampung 2027, Listrik Demonstrasi Dibidik 2030

5 menit baca
Ukuran teks 100%

INFO TEKNO> China menargetkan Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak (BEST), fasilitas berjulukan “matahari buatan”, rampung pada akhir 2027. China membidik demonstrasi listrik dari reaksi fusi nuklir sekitar 2030.

BEST berlokasi di Hefei, Provinsi Anhui. China telah menyelesaikan kompleks fasilitasnya dan mulai memakainya, sementara sejumlah komponen utama tiba di lokasi sejak Juli 2026.

Kemajuan itu membawa China semakin dekat ke tahap pengujian teknologi berjulukan “matahari buatan”. Teknologi ini diharapkan menghasilkan listrik dari reaksi fusi nuklir, proses yang sama dengan yang membuat Matahari bersinar dan menghasilkan panas.

Media pemerintah China, China Central Television (CCTV), melaporkan bahwa perakitan mesin utama sudah melewati separuh pekerjaan yang direncanakan. Pekerjaan kini memasuki tahap paling penting.

China menargetkan seluruh BEST rampung pada akhir 2027. Eksperimen fusi dengan bahan bakar deuterium dan tritium menyusul, dengan target demonstrasi pembangkitan listrik sekitar 2030.

Meniru Cara Matahari Menghasilkan Energi

Seperti julukannya, BEST meniru proses yang membuat Matahari menghasilkan energi, yaitu fusi nuklir. Jika berhasil, teknologi fusi diharapkan menghasilkan energi dalam jumlah besar dengan emisi karbon yang sangat rendah saat pembangkitan listrik berlangsung.

Pendekatan ini berbeda dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) yang beroperasi saat ini. Seluruh PLTN di dunia memakai reaksi fisi konvensional.

Fisi bekerja dengan membelah inti atom berat, seperti uranium atau plutonium, menjadi inti yang lebih kecil untuk menghasilkan energi. Fusi justru menggabungkan inti atom ringan. Singkatnya, fisi membelah, fusi menyatukan.

Perbedaan itu menentukan bahan bakarnya. PLTN konvensional memakai inti atom berat seperti uranium atau plutonium, sedangkan eksperimen fusi di BEST memakai bahan bakar deuterium dan tritium.

Menahan Plasma dengan Medan Magnet

Para ilmuwan mencoba mewujudkan fusi di Bumi. Namun reaksi fusi yang stabil bukan perkara mudah.

Di Bumi, ilmuwan tidak bisa memakai gravitasi sebesar milik Matahari untuk menjaga reaksi tetap berlangsung. Karena itu, mesin seperti BEST memakai medan magnet yang sangat kuat untuk menahan plasma, yaitu gas bersuhu ekstrem.

Plasma harus tetap menjauh dari dinding mesin. Jika menyentuh dinding, panasnya yang luar biasa tinggi dapat merusak komponen reaktor, dan reaksi fusi tidak bisa berlangsung dengan baik.

Di sinilah magnet menjadi salah satu bagian terpenting dari mesin fusi.

Rantai logikanya sederhana. Tanpa gravitasi sebesar milik Matahari, plasma bergantung pada medan magnet. Jika medan magnet lemah, plasma menyentuh dinding mesin. Bila plasma menyentuh dinding, komponen reaktor rusak dan reaksi fusi tidak berlangsung dengan baik.

Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

Sumber: https://infotekno.net/china-best-matahari-buatan-fusi-nuklir-hefei/

· · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *