ChatGPT Alami Gangguan Layanan, OpenAI Akui Error Tinggi dan Lakukan Mitigasi

ChatGPT mengalami gangguan layanan pada 4 Februari. OpenAI mengakui tingkat error tinggi, pembaruan GPT gagal, dan tengah memantau pemulihan sistem.

ChatGPT mengalami gangguan layanan yang berdampak luas pada ribuan pengguna di berbagai wilayah pada Selasa, 4 Februari.
ChatGPT mengalami gangguan layanan yang berdampak luas pada ribuan pengguna di berbagai wilayah pada Selasa, 4 Februari.

Pada pukul 11.35 waktu Tengah, OpenAI menyampaikan pernyataan singkat kepada publik.

“Kami sedang menyelidiki masalah pada layanan yang terdaftar,” tulis OpenAI dalam pembaruan statusnya.

Masalah yang Teridentifikasi oleh OpenAI

Dalam laporan status tersebut, OpenAI merinci beberapa masalah utama yang sedang terjadi, antara lain:

  • Pembaruan GPT kustom gagal diterapkan untuk sebagian pengguna
  • Ketersediaan ChatGPT terganggu, baik pada versi gratis maupun berbayar
  • Respons sistem menjadi lambat atau tidak muncul sama sekali

Masalah ini berdampak signifikan terutama bagi pengguna yang mengandalkan GPT kustom untuk kebutuhan kerja, pengembangan produk, hingga otomasi layanan.

Kapan ChatGPT Akan Kembali Normal?

Belum Ada Jadwal Pemulihan Pasti

Hingga pukul 13.00 waktu Tengah, OpenAI belum memberikan estimasi waktu pasti kapan seluruh layanan ChatGPT akan sepenuhnya pulih. Ketidakpastian ini menambah kekhawatiran di kalangan pengguna profesional yang bergantung pada ChatGPT untuk aktivitas harian.

Namun, OpenAI menyatakan bahwa langkah-langkah mitigasi telah mulai diterapkan.

OpenAI Klaim Telah Melakukan Mitigasi

Pada pukul 11.43 waktu Tengah, pembaruan terbaru di halaman status OpenAI menyebutkan:

“Kami telah menerapkan langkah-langkah mitigasi dan sedang memantau proses pemulihan.”

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa gangguan bukan disebabkan oleh pemadaman total, melainkan masalah teknis yang masih dapat ditangani secara bertahap.

Gangguan Terjadi Dua Hari Berturut-turut

Pemadaman Sebelumnya pada 3 Februari

Gangguan pada 4 Februari bukanlah insiden tunggal. Sehari sebelumnya, pada 3 Februari, OpenAI juga mengalami masalah layanan yang berdampak pada:

  • ChatGPT
  • OpenAI API
  • Platform pengembang

Pada hari tersebut, OpenAI melaporkan adanya tingkat error tinggi yang berlangsung hingga sore hari, sebelum akhirnya layanan dipulihkan secara bertahap.

Kekhawatiran soal Stabilitas Infrastruktur

Terjadinya gangguan dua hari berturut-turut memunculkan spekulasi di kalangan pengguna dan pengamat teknologi mengenai beban infrastruktur OpenAI, terutama di tengah meningkatnya penggunaan ChatGPT untuk kebutuhan profesional, bisnis, dan edukasi.

Apa Itu ChatGPT?

Chatbot AI Berbasis Model Bahasa Besar

ChatGPT adalah chatbot kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, OpenAI. Sistem ini dibangun menggunakan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) yang dilatih dari kumpulan data teks dalam skala masif.

Dengan teknologi tersebut, ChatGPT mampu:

  • Menjawab pertanyaan secara kontekstual
  • Menulis berbagai format teks
  • Menerjemahkan bahasa
  • Menjelaskan konsep kompleks
  • Melakukan percakapan menyerupai manusia

ChatGPT pertama kali diluncurkan kepada publik pada tahun 2022 dan sejak itu mengalami pertumbuhan pengguna yang sangat pesat.

Fungsi dan Peran ChatGPT dalam Kehidupan Digital

Digunakan untuk Berbagai Kebutuhan

ChatGPT dirancang untuk memungkinkan interaksi alami antara manusia dan mesin. Pengguna cukup mengetik pertanyaan atau perintah, lalu chatbot akan menghasilkan respons berbasis teks secara real-time.

Baca Juga  Dominasi AI Global Bergeser, Google Kian Dekati Posisi ChatGPT

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *