Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

WPSplinter, Celah Router Broadcom Bisa Diambil Alih via Wi-Fi

4 menit baca
Ukuran teks 100%
Daftar isi

WPSplinter, Celah Router Broadcom Bisa Diambil Alih via Wi-Fi

INFO TEKNO> Peneliti keamanan siber Quentin Kaiser mengungkap celah WPSplinter pada router berbasis chipset Broadcom di konferensi keamanan Hexacon, Paris. Celah ini memungkinkan peretas mengambil alih router lewat sinyal Wi-Fi tanpa kata sandi.

Menurut laporan Techspot, Kaiser menamai celah itu sendiri karena Broadcom menolak menerbitkan CVE identifier, yakni identitas resmi sebuah kerentanan. Ia memperkirakan ratusan juta perangkat di seluruh dunia rentan.

Biang celah ini adalah kode lama buatan Broadcom pada fitur Wi-Fi Protected Setup (WPS). Lewat WPS, pengguna menyambungkan perangkat ke jaringan Wi-Fi hanya dengan menekan tombol di router.

Kode WPS buatan Broadcom itu gagal berfungsi saat memproses pertukaran pesan tertentu. Akibatnya, peretas dapat membaca isi memori router dan menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh, teknik yang disebut remote code execution.

Peretas tidak memerlukan kata sandi Wi-Fi ataupun proses pairing WPS. Pelaku bisa menyerang dari jarak jauh selama berada dalam jangkauan sinyal radio Wi-Fi router sasaran, tanpa interaksi pengguna.

Cacat ini bersumber dari penulisan kode Broadcom, bukan dari kelemahan protokol WPS secara umum.

Dalam demonstrasi teknis, Kaiser berhasil mengambil kunci Wi-Fi tersimpan di memori NVRAM pada router Askey TCG3000 milik operator Orange Belgium.

Pada router Sagemcom Proximus BBOX3V+, Kaiser membuka remote shell penuh secara nirkabel tanpa sambungan internet sama sekali.

Saat laporan celah ini masuk pada Juli lalu, Broadcom mengaku sudah mengetahuinya sejak 2018. Broadcom juga mengganti kode itu di lini produk baru.

Kegagalan terjadi di rantai pasokan (supply chain) pembaruan perangkat lunak: router yang sudah terpasang di rumah konsumen tidak pernah menerima perbaikan tersebut.

Kaiser menjelaskan, tanpa kode CVE, laporan celah ini luput dari radar jalur pembaruan (patch pipeline) milik produsen router dan penyedia layanan internet (ISP).

Daftar perangkat terdampak meliputi merek dan operator berikut:

  • Merek perangkat: Cisco, TP-Link, Netgear, Sagemcom, Nokia, ZTE, Zyxel
  • ISP pengguna: Movistar, Optus, KPN, Türk Telekom

Kaiser mengungkapkan bahwa alat berbasis kecerdasan buatan (AI) membantunya menemukan bug rumit ini dan menyusun eksploitasinya dalam waktu kurang dari satu minggu. Secara manual, pekerjaan semacam itu biasanya memakan waktu berbulan-bulan.

Dahulu, kerumitan dan keterisolasian kode firmware router menjadi pelindung lewat konsep security through obscurity. Kini AI memangkas hambatan itu dan mempermudah perburuan celah, baik oleh peneliti keamanan maupun peretas jahat.

Aaf Afiatna (Aura Pet) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.

Sumber: https://infotekno.net/celah-wpsplinter-router-broadcom/

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *