Sebagai catatan investigatif, kombinasi PHP dan MySQL bukan sekadar pilihan teknis, melainkan keputusan strategis yang memengaruhi keamanan, skalabilitas, dan keandalan sebuah website.
Mengenal Dua Aktor Utama di Backend Website
Sebelum memahami bagaimana PHP dan MySQL bekerja bersama, penting untuk mengetahui peran spesifik masing-masing teknologi.
PHP: Otak Logika Website
PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa pemrograman sisi server yang bertugas mengelola logika aplikasi web. Saat pengguna mengklik tombol “Daftar” atau “Login”, PHP-lah yang menerima permintaan tersebut.
Fungsi utama PHP meliputi:
- Memproses input pengguna
- Menjalankan logika validasi (misalnya, memeriksa kecocokan kata sandi)
- Mengirim dan menerima data dari database
- Menghasilkan halaman web yang ditampilkan di browser
Dalam konteks E-E-A-T, PHP berperan pada aspek Expertise, karena logika yang ditulis developer menentukan apakah data diproses secara benar dan aman.
MySQL: Gudang Data Digital
MySQL adalah Database Management System (DBMS) yang bertugas menyimpan, mengatur, dan mengelola data dalam struktur tabel. Data pengguna tidak disimpan secara acak, melainkan tersusun rapi seperti spreadsheet raksasa yang memungkinkan pencarian cepat dan akurat.







