Berita  

ASUS Dukung Produksi Film Futuristik “Pelangi di Mars” dengan Teknologi XR dan Komputasi Tinggi

ASUS Indonesia mendukung produksi film Pelangi di Mars dengan teknologi komputasi XR dan ProArt, menghadirkan inovasi perfilman futuristik berbasis visual 3D.

ASUS dukung teknologi komputasi untuk Pelangi di Mars sebagai bagian dari kolaborasi strategis dalam industri perfilman nasional yang semakin berkembang dengan pemanfaatan teknologi canggih.
ASUS dukung teknologi komputasi untuk Pelangi di Mars sebagai bagian dari kolaborasi strategis dalam industri perfilman nasional yang semakin berkembang dengan pemanfaatan teknologi canggih.

Dalam proses produksi ini, Mahakarya Pictures diklaim menggunakan ASUS ProArt. ASUS mengatakan ProArt adalah rangkaian perangkat yang dirancang khusus untuk kreator profesional, termasuk pembuat film.

Lini ini mencakup PC berkinerja tinggi untuk pengolahan grafis dan rendering, serta monitor dengan tingkat akurasi warna tinggi yang memungkinkan kreator memastikan warna dan detail visual tetap konsisten dari tahap produksi hingga final output film ini.

Peran Teknologi dalam Workflow Produksi Film

Penggunaan perangkat komputasi kelas profesional memungkinkan proses produksi berjalan lebih efisien dan presisi. Rendering visual 3D yang kompleks dapat dilakukan lebih cepat, sementara color grading dapat dilakukan dengan tingkat akurasi tinggi.

Baca Juga  China Percepat Pengembangan Chip Otak BCI, Ilmuwan Prediksi Teknologi Ini Segera Digunakan Luas

Hal ini menjadi krusial dalam produksi film berbasis teknologi XR yang menuntut detail visual tinggi.

Peran XR Studio dalam Produksi Film

Kolaborasi dengan DOSS Guava XR Studio

Selain dukungan dari ASUS, proses produksi Pelangi di Mars juga memanfaatkan teknologi produksi virtual dan XR melalui DOSS Guava XR Studio, yang memungkinkan pembuatan lingkungan digital secara real-time selama proses pengambilan gambar.

Teknologi ini dijelaskan membantu tim produksi memvisualisasikan dunia futuristik Mars secara langsung saat proses syuting berlangsung.

Teknologi XR untuk Produksi Real-Time

Dengan XR, tim produksi dapat melihat hasil akhir visual secara langsung di lokasi syuting tanpa harus menunggu proses pasca-produksi. Hal ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil karena memungkinkan penyesuaian secara langsung.

Baca Juga  Teknologi AI Kini Bisa Mengungkap Identitas Second Account Instagram, Pakar Keamanan Siber Peringatkan Risiko Privasi

Siapa Saja yang Terlibat?

ASUS menambahkan film ini merupakan debut penyutradaraan film panjang sutradara Upie setelah sebelumnya dikenal melalui karya dokumenter dan video musik.

Pelangi di Mars menghadirkan jajaran pemain seperti Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Myesha Lin, dan Livy Renata; serta didukung oleh pengisi suara karakter robot seperti Bimo Kusumo, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, dan Vanya Rivani.

Kehadiran para aktor dan pengisi suara ini memperkuat kualitas produksi film, baik dari sisi akting maupun karakterisasi.

Kapan dan Di Mana Film Ini Diperkenalkan?

Diperkenalkan kepada publik melalui acara Gala Premiere Pelangi di Mars yang diselenggarakan di Epicentrum XXI, Jakarta, Pelangi di Mars dan teknologinya direncanakan hadir di berbagai bioskop di seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *