Breaking News Dunia Digital: Siapa Sangka Website Berawal dari Catatan Ilmiah?
Setiap hari kita membuka website—membaca berita, berbelanja daring, hingga bersosial media—tanpa pernah benar-benar memikirkan satu hal mendasar: bahasa apa yang membuat semua halaman itu bisa tampil rapi dan saling terhubung? Jawabannya adalah HTML (HyperText Markup Language).
Bagi sebagian orang, HTML hanyalah deretan kode dengan tanda kurung sudut. Namun hasil penelusuran sejarah teknologi menunjukkan bahwa HTML adalah penemuan fundamental yang mengubah cara manusia berbagi informasi secara global. Tanpa HTML, internet modern seperti yang kita kenal hari ini tidak akan pernah ada.
Sosok di Balik HTML: Tim Berners-Lee dan Masalah di CERN
HTML tidak lahir dari industri hiburan atau bisnis digital. Justru sebaliknya, ia berasal dari kebutuhan ilmiah yang sangat praktis.
Tim Berners-Lee, Sang Perintis
HTML diciptakan oleh Sir Tim Berners-Lee, seorang ilmuwan komputer yang bekerja di CERN (European Organization for Nuclear Research), Swiss, pada akhir 1980-an. Saat itu, CERN menjadi pusat penelitian fisika dengan ribuan ilmuwan dari berbagai negara.
Masalah yang Dihadapi
Dari sudut pandang Experience, para peneliti menghadapi persoalan serius:
- Dokumen riset tersimpan dalam format yang berbeda-beda
- Informasi sulit diakses lintas komputer dan sistem
- Tidak ada standar untuk menghubungkan satu dokumen dengan dokumen lain
Tim Berners-Lee kemudian mengajukan sebuah ide radikal untuk zamannya: sistem dokumen yang saling terhubung melalui teks yang bisa diklik (hypertext).
Lahirnya HTML: Solusi Sederhana dengan Dampak Global
Pada awal 1990-an, Tim Berners-Lee menciptakan HTML (HyperText Markup Language)—sebuah bahasa markup sederhana yang dirancang bukan untuk memprogram, melainkan memberi struktur pada dokumen digital.







