Apple Watch Resmi Hadirkan Fitur Deteksi Hipertensi Global, Indonesia Masuk Daftar
Info Tekno> Apple Watch perluas fitur pantau tekanan darah tinggi secara signifikan dengan menghadirkannya ke 170 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Langkah ini menandai fase baru dalam pengembangan teknologi wearable Apple yang semakin menitikberatkan pada pemantauan kesehatan preventif. Melalui fitur Hypertension Notifications, pengguna kini dapat memantau indikasi tekanan darah tinggi secara pasif tanpa harus menggunakan alat pengukur tekanan darah konvensional.
Pengumuman ini disampaikan Apple secara resmi menyusul peluncuran pembaruan sistem operasi watchOS 26 yang pertama kali diperkenalkan pada September 2025. Seiring dengan ekspansi global tersebut, Apple menegaskan komitmennya untuk menjadikan Apple Watch bukan sekadar jam tangan pintar, melainkan perangkat kesehatan personal yang mampu membantu mendeteksi kondisi medis serius sejak dini.
Ekspansi Global Fitur Kesehatan Apple Watch
Indonesia Termasuk dalam 170 Negara yang Didukung
Dalam pernyataan resminya, Apple mengonfirmasi bahwa fitur Hypertension Notifications kini tersedia di 170 negara. Selain Indonesia, ekspansi ini mencakup wilayah-wilayah besar seperti Australia, Brasil, Kolombia, Malaysia, Korea Selatan, hingga Turki. Penambahan ini menjadikan fitur pemantauan tekanan darah Apple Watch sebagai salah satu fitur kesehatan wearable dengan jangkauan terluas di dunia.
Masuknya Indonesia dalam daftar negara yang didukung menjadi kabar baik bagi pengguna Apple Watch di Tanah Air. Mengingat prevalensi hipertensi yang cukup tinggi di Indonesia, kehadiran fitur ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Strategi Apple dalam Kesehatan Preventif
Ekspansi fitur ini bukan sekadar pembaruan perangkat lunak biasa. Apple menempatkan kesehatan preventif sebagai pilar utama pengembangan produk wearable mereka. Dengan memanfaatkan data jangka panjang dan analisis berbasis algoritma, Apple berupaya membantu pengguna mengenali risiko kesehatan sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Pendekatan ini sejalan dengan tren global di bidang teknologi kesehatan, di mana deteksi dini dan pemantauan berkelanjutan dinilai lebih efektif dalam menekan angka komplikasi penyakit kronis.
Cara Kerja Fitur Hypertension Notifications
Pemantauan Pasif Selama 30 Hari
Berbeda dengan alat pengukur tekanan darah tradisional, fitur Hypertension Notifications pada Apple Watch bekerja secara pasif. Pengguna tidak perlu melakukan pengukuran manual atau mengenakan manset tekanan darah. Sistem akan mengumpulkan data selama periode 30 hari saat pengguna menjalani aktivitas sehari-hari.
Selama periode tersebut, Apple Watch menganalisis respons pembuluh darah terhadap detak jantung menggunakan sensor optik jantung yang sudah terpasang di perangkat. Data yang terkumpul kemudian diolah untuk mendeteksi pola yang konsisten terkait tekanan darah tinggi.
Algoritma Berbasis Data Jangka Panjang
Apple menekankan bahwa fitur ini tidak bertujuan menggantikan diagnosis medis. Sebaliknya, algoritma dirancang untuk mendeteksi tren yang mengindikasikan kemungkinan hipertensi. Dengan memanfaatkan data jangka panjang, sistem dapat membedakan fluktuasi sementara dari pola yang berpotensi berbahaya.
Jika algoritma menemukan indikasi tekanan darah tinggi yang konsisten, Apple Watch akan mengirimkan notifikasi kepada pengguna. Notifikasi tersebut dilengkapi dengan laporan dalam format PDF yang dapat dibagikan kepada tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sistem Notifikasi Mirip AFib dan Sleep Apnea
Deteksi Kondisi “Silent” yang Sering Terlewat
Fitur Hypertension Notifications dirancang dengan pendekatan serupa seperti notifikasi Atrial Fibrillation (AFib) dan Sleep Apnea yang lebih dulu hadir di Apple Watch. Ketiganya menargetkan kondisi kesehatan yang kerap tidak menunjukkan gejala jelas pada tahap awal.







