Extension Berbahaya Mengintai Pengguna Browser Populer
Info Tekno > Extension berbahaya kembali menjadi sorotan setelah peneliti keamanan siber mengungkap temuan serius yang berdampak langsung pada privasi dan keamanan pengguna internet. Kali ini, ancaman tersebut tidak hanya terbatas pada satu browser, melainkan menyasar tiga platform populer sekaligus, yakni Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Microsoft Edge.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber LayerX menemukan sedikitnya 17 extension berbahaya yang telah beredar luas melalui repositori resmi browser. Extension-extension ini memiliki kemampuan untuk memantau aktivitas pengguna secara diam-diam, memanipulasi lalu lintas internet, hingga menginstal backdoor yang memungkinkan peretas mencuri akses secara ilegal.
Kelanjutan Kampanye Malware GhostPoster
Jejak Lama yang Kembali Aktif
Menurut laporan LayerX, temuan ini bukanlah kasus yang sepenuhnya baru. Para peneliti menyebutnya sebagai kelanjutan dari kampanye malware GhostPoster, yang pertama kali diidentifikasi oleh Koi Security pada pertengahan Desember 2025.
Pada fase awal kampanye tersebut, peneliti menemukan sejumlah extension berbeda yang secara kolektif telah diunduh lebih dari 50.000 kali. Extension tersebut menunjukkan pola perilaku serupa, yaitu melakukan pemantauan aktivitas pengguna dan menyisipkan backdoor tersembunyi untuk mengunduh komponen berbahaya tambahan.
Fakta bahwa kampanye ini kembali muncul menunjukkan bahwa ancaman siber berbasis extension browser masih menjadi celah yang efektif bagi pelaku kejahatan digital.
Daftar Extension Berbahaya yang Ditemukan
Nama Extension yang Wajib Diwaspadai
Mengutip laporan dari TechRadar, berikut adalah daftar lengkap extension yang teridentifikasi berbahaya oleh peneliti keamanan:
- Google Translate in Right Click
- Translate Selected Text with Google
- Ads Block Ultimate
- Floating Player – PiP Mode
- Convert Everything
- Youtube Download
- One Key Translate
- AdBlocker
- Save Image to Pinterest on Right Click
- Instagram Downloader
- RSS Feed
- Cool Cursor
- Full Page Screenshot
- Amazon Price History
- Color Enhancer
- Translate Selected Text with Right Click
- Page Screenshot Clipper
Beberapa nama dalam daftar tersebut terlihat sangat umum dan bahkan menyerupai extension legal yang sering digunakan pengguna sehari-hari. Inilah yang membuat ancaman tersebut sulit dikenali sejak awal.
Malware Bertahan Bertahun-tahun di Repositori Resmi
Extension Sejak 2020 Baru Terungkap
Salah satu temuan paling mengkhawatirkan adalah fakta bahwa beberapa extension berbahaya ini pertama kali diunggah ke repositori resmi browser sejak tahun 2020. Artinya, selama bertahun-tahun pengguna telah berpotensi terpapar malware tanpa disadari.
Peneliti juga mencatat bahwa Microsoft Edge menjadi platform awal kemunculan
Aaf Afiatna (Aura OS) adalah seorang WordPress Developer, Administrator IT, dan penggerak di balik infrastruktur berbagai portal media digital PT Arina Duta Sehati. Ia memiliki ketertarikan mendalam pada rekayasa sistem tingkat rendah, implementasi AI on-device, dan pengembangan proyek open-source seperti Neural Standby Kernel (NSK). Saat tidak sedang berurusan dengan server atau kode, ia aktif mengeksplorasi ekosistem Web3 dan berbagi wawasan melalui channel YouTube CryptoFansWorld.
Waspada Malware Browser: Ekstensi Berisiko Yang Mengancam Keamanan Digital | Xjabar.com
[…] – Ekstensi berbahaya kembali menjadi perhatian serius di dunia keamanan digital setelah temuan terbaru menunjukkan […]
Ekstensi Berbahaya di Browser: Ancaman Nyata bagi Pengguna Internet Sehari-hari - Media Seruni
[…] – Ekstensi berbahaya kini menjadi ancaman nyata bagi pengguna internet sehari-hari, terutama mereka yang aktif […]
Ekstensi Berbahaya dan Tantangan Regulasi Digital bagi Platform Browser – mahidara.co
[…] Ekstensi berbahaya kembali memicu perdebatan soal tanggung jawab platform digital dalam melindungi pengguna. Temuan terbaru dari peneliti keamanan siber menunjukkan bahwa puluhan ekstensi bermasalah sempat beredar di browser populer seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, dan Microsoft Edge melalui repositori resmi mereka. […]