Lewati ke konten

Infotekno

Berita penting

Filsuf di Balik Claude: Konstitusi 30.000 Kata Amanda Askell Masuk TIME 100 AI

2 menit baca

Amanda Askell: Filsuf Skotlandia yang Bentuk Moral Claude, Masuk TIME 100 AI

INFO TEKNO> Di balik setiap respons Claude yang terasa hangat dan beretika, ada tangan seorang filsuf asal Skotlandia bernama Amanda Askell. Anthropic secara khusus menugaskannya untuk menanamkan kepribadian dan kompas moral ke dalam model AI tersebut—bukan sekadar aturan teknis, melainkan karakter yang utuh.

Dari Prestwick ke NYU: Perjalanan Akademis yang Tidak Biasa

Amanda Askell tumbuh di kota kecil Prestwick, Skotlandia, diasuh oleh ibunya yang berprofesi sebagai guru. Ketertarikannya pada pertanyaan-pertanyaan eksistensial muncul jauh sebelum ia mengenal dunia teknologi—bermula dari kebiasaan melahap karya J.R.R. Tolkien dan C.S. Lewis sejak kecil.

Jalur pendidikannya sama sekali tidak lazim bagi seseorang yang kemudian masuk ke industri AI. Askell memulai studi di University of Dundee dengan mengambil kombinasi seni rupa dan filsafat secara bersamaan, terbiasa berdiri di antara kanvas dan teks-teks etika dalam satu waktu. Perjalanan akademisnya berlanjut ke University of Oxford untuk meraih gelar BPhil, lalu mencapai puncaknya di New York University (NYU) dengan gelar PhD.

Tesis doktoralnya bukan topik ringan. Askell bergulat dengan infinite ethics—cabang filsafat yang mempertanyakan bagaimana moralitas bekerja ketika diterapkan pada populasi berskala tak terhingga. Kemampuan menavigasi ambiguitas moral pada skala ekstrem inilah yang kelak menjadi bekal paling relevan ketika ia berhadapan dengan tantangan melatih kecerdasan buatan.

OpenAI, GPT-3, dan Keputusan untuk Pergi

Karier Askell di industri AI dimulai di OpenAI pada 2020, di mana ia bekerja sebagai ilmuwan riset yang berfokus pada keselamatan AI. Di sana, ia bahkan turut menjadi salah satu penulis pendamping dalam makalah penelitian GPT-3—salah satu dokumen paling berpengaruh dalam sejarah pengembangan model bahasa besar.

Namun, arah angin di OpenAI mulai berubah. Askell mengamati pergeseran prioritas yang semakin jelas: perusahaan dinilai semakin condong mengejar kecanggihan dan kemampuan teknis model dibandingkan memprioritaskan kehati-hatian dan faktor keselamatan. Bagi seseorang yang seluruh latar belakang akademisnya dibangun di atas etika dan pertimbangan moral, pergeseran itu sulit diabaikan.

Ia kemudian memutuskan mundur dari OpenAI. Anthropic, startup yang juga didirikan oleh sejumlah mantan petinggi OpenAI dengan penekanan kuat pada keselamatan AI, datang menghampirinya pada Maret 2021 dengan tawaran yang tidak biasa.

Konstitusi 30.000 Kata: Fondasi Moral Claude

Anthropic tidak meminta Askell membuat

· · · · ·

Berita terkait

Rekomendasi berita

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *